Uang dan bulan purnama

Amsal 7:20

Jebakan Perempuan Asing

PerikopPeringatan terhadap Perempuan yang Berzina · Amsal 7:1-27 →
“Dia membawa sekantong uang bersamanya; saat bulan purnama, dia akan pulang.””

Amsal 7:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 7:20?

Perempuan itu menjelaskan bahwa suaminya membawa uang banyak dan tidak akan pulang sampai bulan purnama, jadi mereka punya waktu untuk bersenang-senang. Ini menunjukkan bahwa dosa menawarkan kenikmatan sementara dengan alasan yang tampak masuk akal.

Latar belakang

Menambahkan jaminan keamanan

Perempuan itu menambahkan detail bahwa suaminya membawa uang banyak dan tidak akan cepat pulang, menghilangkan rasa takut pemuda bahwa suaminya akan menangkap basah. Ini menunjukkan kelicikannya.

Di mana

Kota Israel Kuno

Sudut jalan, dekat rumahnya

Kapan

~950 SM

Zaman Raja Salomo

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penobatan Salomo
Pembagian Kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Perempuan Jalang

Terus membujuk dengan detail

O

Kepada

Orang Muda Naif

Mulai terpengaruh

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כְּסָף

kesef · sejumlah uang

uang atau perak

לָקַח

laqakh · telah dibawa

mengambil atau membawa pergi

יָרֵחַ

yareach · bulan purnama

bulan purnama atau bulan

Uang, pergi, dan bulan purnama menciptakan gambaran bahwa suami akan pergi lama, sehingga memberi jendela kesempatan untuk berbuat dosa—semua ini licik untuk membungkam hati nurani pemuda.

Tahukah kamu

Kantong uang

Pada zaman kuno, uang dibawa dalam kantong di ikat pinggang; membawanya berarti suami memang pergi untuk urusan bisnis.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 7:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 7:20

✕  Sering dikira

Berpikir suaminya pasti ada di rumah.

✓  Yang sebenarnya

Detail ini hanya bagian dari tipu daya, bukan fakta.

✕  Sering dikira

Menganggap membawa uang berarti orang kaya.

✓  Yang sebenarnya

Yang penting bukan kekayaan, tapi dia tidak akan cepat kembali.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 7:20

Tanyakan pada diri sendiri: apakah alasan yang saya pakai untuk membenarkan dosa hanyalah penipuan diri? Jangan biarkan kenyamanan sesaat membuat kita lupa akan konsekuensi jangka panjang.

Bapa, berikan aku hikmat untuk menolak tipuan dosa yang menjanjikan kesenangan sesaat. Amin.