Panggilan seorang ibu

Amsal 31:2

Nasihat ibunda raja

Ada apa, anakku? Ada apa, anak kandungku? Ada apa, anak nazarku?

Amsal 31:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 31:2?

Amsal 31:2 adalah seruan ibunda Lemuel yang berulang kali memanggil anaknya dengan pertanyaan yang menyentuh. Ungkapan 'anak nazarku' menunjukkan bahwa Lemuel adalah anak yang didoakan dan didedikasikan kepada Allah, dan ibunya ingin mengingatkannya akan komitmen hidupnya.

Latar belakang

Pertanyaan retoris

Sang ibu bertanya dengan penuh kasih, 'Ada apa, anakku?' Ini menyampaikan kekhawatiran dan perhatiannya. Dia mengingatkan Lemuel tentang hubungan mereka.

Di mana

Tidak disebut

Dalam suasana pengajaran keluarga

Kapan

-950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nasihat diberikan
Nasihat dilanjutkan
Kamu di sini
I

Yang berbicara

Ibu Lemuel

Ibu yang bijaksana, mengajar putranya

L

Kepada

Lemuel

Putra yang dinasihati, mungkin seorang raja

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַה

mah · Ada apa

kata tanya: apa, bagaimana

בְּנִי

beni · anakku

putraku, sapaan kasih

נְזִר

nezir · nazarku

orang nazir; yang dikhususkan

Penggunaan 'nazar' menunjukkan bahwa Lemuel mungkin telah dikhususkan bagi Tuhan sejak lahir, seperti Simson. Ini menambah tanggung jawab moralnya.

Tahukah kamu

Tiga sapaan

Frasa 'anakku' diulang tiga kali dengan ungkapan berbeda: 'anak kandungku' dan 'anak nazarku'. Ini menunjukkan kedalaman ikatan emosional.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 31:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 31:2

✕  Sering dikira

Pertanyaan ini menunjukkan raja sedang bermasalah.

✓  Yang sebenarnya

Ini gaya retoris untuk menarik perhatian pada nasihat yang serius.

✕  Sering dikira

Nazar berarti Lemuel tidak boleh potong rambut.

✓  Yang sebenarnya

Konteks hanya menunjukkan pengabdian; rincian tentang rambut tidak disebut.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 31:2

Pertanyaan ibunda Lemuel mengajak kita untuk merenungkan identitas dan tujuan hidup kita. Kita bisa bertanya, 'Untuk apa aku hidup?' dan mengingat bahwa kita juga adalah anak-anak yang dipanggil untuk hidup seturut kehendak Allah.

Bapa, ingatkan aku akan panggilan hidupku sebagai anak-Mu yang kudus, agar setiap langkahku memuliakan-Mu. Amin.