Nazar Sang Ibu
1 Samuel 1:11
Hana: Ibu yang Berdoa dan Dikabulkan
“Lalu, dia bernazar, katanya, “Ya TUHAN semesta alam, jika Engkau sungguh-sungguh memperhatikan kesengsaraan hamba-Mu, mengingatku, dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi mengaruniakan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, aku akan mempersembahkan dia kepada TUHAN seumur hidupnya, dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.””1 Samuel 1:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh- sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba- Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki,maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."”1 Samuel 1:11 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Hana mengucapkan janji, katanya, "TUHAN Yang Mahakuasa, perhatikanlah hamba-Mu ini! Lihatlah sengsara hamba. Ingatlah kepada hamba dan jangan lupakan hamba! Jika Engkau memberikan kepada hamba seorang anak laki-laki, hamba berjanji akan memberikan dia kepada-Mu seumur hidupnya. Hamba berjanji juga bahwa rambutnya tidak pernah akan dipotong."”1 Samuel 1:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dan Hana bersumpah kepada TUHAN, “Ya TUHAN Panglima Semesta mohon lihatlah penderitaan hamba dengan penuh belas kasihan, ingatlah dan jangan melupakan hamba-Mu ini. Jika Engkau memberikan kepada hamba seorang anak laki-laki, maka hamba akan menyerahkan dia kepada-Mu untuk melayani Engkau seumur hidupnya, dan rambutnya tidak akan pernah dipotong.””1 Samuel 1:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And she vowed a vow, and said, O LORD of hosts, if thou wilt indeed look on the affliction of thine handmaid, and remember me, and not forget thine handmaid, but wilt give unto thine handmaid a man child, then I will give him unto the LORD all the days of his life, and there shall no razor come upon his head.”1 Samuel 1:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 1:11?
Hana membuat nazar kepada TUHAN semesta alam: jika diberikan seorang anak laki-laki, ia akan mempersembahkannya untuk melayani Tuhan seumur hidup, dan rambutnya tidak akan dicukur (menandakan nazar nazir). Ini menunjukkan kesungguhan iman dan pengorbanan Hana.
Latar belakang
Janji sebagai Respons atas Kesengsaraan
Hana, dalam kepedihannya, membuat nazar khusus kepada Tuhan. Dia berjanji jika Tuhan memberinya anak laki-laki, anak itu akan dipersembahkan seumur hidupnya sebagai nazir, bahkan sejak lahir dengan tidak mencukur rambutnya.
Di mana
Silo
Di Bait Suci, di hadapan TUHAN
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Hana
Istri Elkana, ibu Samuel, seorang yang saleh
Kepada
TUHAN
Allah Israel, Tuhan semesta alam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶדֶר
neder · nazar
janji yang dibuat kepada Allah
עֳנִי
oni · sengsara
penderitaan, kehinaan, atau kesengsaraan
זָכַר
zakhar · mengingat
mengingat secara aktif, memperhatikan
Kombinasi kata-kata ini menunjukkan bahwa Hana menghubungkan kesengsaraannya dengan tindakan Tuhan yang ingat dan memperhatikan. Nazar adalah respons terhadap belas kasihan yang dia harapkan.
Tahukah kamu
Nazir: Dipisahkan untuk Tuhan
Seorang nazir yang disebut dalam pasal ini tidak boleh minum anggur, tidak boleh memotong rambut, dan harus hidup kudus bagi Tuhan. Ini bukan untuk orang biasa, tapi menunjukkan pengabdian yang ekstrem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 1:11
Kejadian 28:20
bernazar
“Lalu Yakub bernazar, katanya: 'Jika Allah akan menyertai saya dan melindungi saya dalam perjalanan ini...'”
Hakim-hakim 13:5
nazir
“Sebab anak itu akan menjadi seorang nazir Allah sejak dari kandungannya...”
Mazmur 65:2
doa didengar
“Ya Engkau yang mendengarkan doa, kepada-Mulah semua makhluk akan datang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 1:11
✕ Sering dikira
Mengira nazar seperti tawar-menawar: 'Jika Tuhan memberi, saya memberi.'
✓ Yang sebenarnya
Nazar adalah ungkapan pengabdian, bukan transaksi. Hana ingin memuliakan Tuhan, bukan bernegosiasi.
✕ Sering dikira
Mengira Hana membuat janji karena putus asa, bukan karena iman.
✓ Yang sebenarnya
Buktinya dia konsisten: setelah Samuel lahir, dia menepati nazarnya dan menyerahkan anaknya ke Bait Suci, menunjukkan iman yang nyata.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 1:11
Terkadang kita perlu berkomitmen dengan serius kepada Tuhan ketika meminta sesuatu. Namun, ingatlah bahwa Tuhan lebih menghargai hati yang tulus daripada janji yang dibuat karena terdesak. Evaluasilah motivasi kita dalam berdoa.
Ya Tuhan, ajar aku untuk berdoa dengan sungguh-sungguh dan siap berkorban untuk kehendak-Mu, bukan hanya untuk kepentinganku sendiri. Amin.