Nasihat sang raja

Amsal 31:1

Amsal dari Lemuel

Perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan oleh ibunya kepadanya.

Amsal 31:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 31:1?

Amsal 31:1 memperkenalkan penulisnya, Raja Lemuel dari Masa, yang mengaku bahwa perkataannya adalah ajaran ibunya. Ayat ini menekankan pentingnya pendidikan dari orang tua, khususnya ibu, yang menanamkan nilai-nilai bijak kepada anaknya sejak dini.

Latar belakang

Permulaan amsal

Ayat ini membuka bagian akhir kitab Amsal yang berisi perkataan Lemuel. Ini adalah nasihat ibunya, yang dianggap penting untuk diingat.

Di mana

Yerusalem

Dalam kitab suci, sebagai pengajaran

Kapan

-950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kejayaan Salomo
Pembagian kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Amsal

Pengumpul hikmat Israel, ~950 SM

P

Kepada

Pembaca kitab

Komunitas umat Tuhan yang mencari hikmat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דִּבְרֵי

divrei · perkataan

kata-kata atau ucapan

לְמוּאֵל

Lemuel · Lemuel

milik Tuhan, nama pribadi

אָמַר

amar · diajarkan

berkata, dalam konteks ini 'menyampaikan'

Kata 'perkataan' dan 'diajarkan' menunjukkan bahwa ini adalah tradisi lisan yang diwariskan dengan sengaja. Nama 'Lemuel' mengingatkan bahwa hikmat datang dari Tuhan.

Tahukah kamu

Lemuel siapa?

Lemuel mungkin bukan tokoh terkenal dalam Alkitab; namanya berarti 'milik Tuhan' dalam bahasa Ibrani. Beberapa tradisi menghubungkannya dengan Salomo, tetapi tidak pasti.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 31:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 31:1

✕  Sering dikira

Lemuel adalah raja Masa, sebuah wilayah kafir.

✓  Yang sebenarnya

Tidak pasti identitas Masa; mungkin nama tempat atau istilah untuk 'orakel'.

✕  Sering dikira

Ini bukan amsal Salomo, jadi tidak inpsirasi.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab menganggapnya bagian dari kitab suci yang diilhamkan.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 31:1

Kita bisa belajar dari ibunda Lemuel yang dengan tekun mengajar anaknya. Bagi kita, ini mengingatkan untuk menghargai nasihat orang tua dan juga untuk menjadi teladan yang baik bagi generasi berikutnya.

Tuhan, terima kasih untuk orang tua yang telah mengajariku jalan-jalan-Mu; tolong aku untuk menghargai dan meneruskan nasihat bijak ini. Amin.