Nasihat untuk Orang Bodoh

Amsal 30:32

Hikmat tentang Perilaku

PerikopPerkataan-Perkataan Agur, Anak Yake · Amsal 30:1-33 →
“Jika kamu telah menjadi bodoh dengan meninggikan dirimu sendiri, jika kamu telah merencanakan kejahatan, taruhlah tanganmu pada mulutmu.”

Amsal 30:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 30:32?

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menjadi sombong atau merencanakan kejahatan. Jika kita sudah terlanjur melakukan hal yang bodoh atau angkuh, lebih baik untuk segera mengakui dan diam, daripada terus berbicara dan memperburuk keadaan. Ini adalah nasihat untuk bersikap rendah hati.

Latar belakang

Jangan Meninggikan Diri

Agur memberi peringatan agar tidak bertindak bodoh dengan meninggikan diri sendiri atau merencanakan kejahatan. Jika itu terjadi, ia menyarankan untuk menutup mulut sebagai tanda penyesalan dan berhenti.

Di mana

Masa

Wilayah Arab, tempat penulisan amsal

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ajaran tentang keagungan
Nasihat tentang kemarahan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Agur

Penulis amsal, dikenal rendah hati

P

Kepada

Pembaca/umat

Mereka yang mudah terbawa kesombongan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָבַל

naval · bodoh

Bodoh dalam arti bebal, tidak bermoral, atau tidak berguna

גָּבַהּ

gavah · meninggikan

Menjadi tinggi, angkuh, atau sombong

פֶּה

peh · mulutmu

Mulut secara harfiah, juga melambangkan ucapan

Kebodohan sering dikaitkan dengan kesombongan dan rencana jahat; diam adalah respons bijak yang menunjukkan penyesalan dan mencegah perkataan yang memperburuk keadaan.

Tahukah kamu

Tangan di Mulut

Dalam budaya Timur Dekat kuno, meletakkan tangan di mulut adalah isyarat untuk diam dan mendengarkan, sering kali sebagai tanda hormat atau penyesalan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 30:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 30:32

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya berlaku untuk orang yang sudah jatuh dalam dosa.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini adalah pencegahan, agar kita tidak terjebak dalam kesombongan dan kejahatan sejak awal.

✕  Sering dikira

Mengira 'menaruh tangan pada mulut' berarti kita harus selalu diam dan tidak pernah berbicara.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah isyarat khusus untuk meredakan kemarahan atau penyesalan, bukan larangan berbicara secara umum.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 30:32

Saat kamu menyadari bahwa kamu telah bertindak angkuh atau merencanakan hal yang tidak baik, segera hentikan dan jangan diteruskan. Tempatkan tangan di mulutmu sebagai tanda untuk berhenti bicara dan merenung, sehingga kamu tidak semakin jauh dari kebenaran.

Ya Allah, berikan aku kerendahan hati untuk mengakui kesalahanku dan kebijaksanaan untuk tidak berbicara sembarangan, Amin.