Kebulatan Tekad di Hadapan Orang Fasik

Mazmur 39:1

Mazmur Daud: Menjaga Lidah di Hadapan Allah

PerikopDoa untuk Kebijaksanaan · Mazmur 39:1-13 →
“Kepada pemimpin pujian: untuk Yedutun. Nyanyian Daud. (39-2) Aku berkata, “Aku akan menjaga jalan-jalanku, supaya aku tidak berdosa dengan lidahku. Aku akan menjaga mulutku dengan kekang selama orang fasik ada di hadapanku.””

Mazmur 39:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 39:1?

Mazmur 39:1 menunjukkan Daud bertekad untuk berhati-hati dalam berbicara, terutama di hadapan orang fasik. Ia memilih untuk menjaga lidahnya, mungkin agar tidak berdosa atau memberi kesempatan kepada musuh untuk menyerangnya.

Latar belakang

Daud Bertekad Menjaga Lidah

Daud menyadari bahaya perkataan di hadapan orang fasik. Ia memutuskan untuk menjaga cara hidupnya dan menahan lidahnya agar tidak berdosa, bahkan rela diam daripada berkata sembrono.

Di mana

Yerusalem

Istana raja, saat merenung dan berdoa · siang

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Dosa dengan Batsyeba
Pemberontakan Absalom
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, ~40-50 tahun

A

Kepada

Allah

TUHAN, Allah Israel yang mahatahu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁמַר

shamar · menjaga

Menjaga, memelihara, memperhatikan dengan saksama.

דֶּרֶךְ

derek · jalan-jalan

Jalur kehidupan, perilaku, cara hidup.

מַחְסוֹם

machsom · kekang

Kekang atau penutup mulut, alat untuk mengendalikan.

Ketiga kata ini menggambarkan niat Daud untuk 'mengawal' (shamar) 'perilakunya' (derek) dengan memasang 'kekang' (machsom) pada mulutnya. Ini menunjukkan pengendalian diri yang aktif, bukan sekadar keinginan pasif.

Tahukah kamu

Tentang Yedutun

Yedutun adalah seorang pemimpin paduan suara di Bait Allah (1 Tawarikh 25:1). Mazmur ini didedikasikan untuknya, menunjukkan bahwa Daud berkolaborasi dengan para musisi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 39:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 39:1

✕  Sering dikira

Menganggap Daud membisu total dan tidak pernah berbicara.

✓  Yang sebenarnya

Daud sengaja menahan diri di hadapan orang fasik, namun ia tetap berdoa dan berseru kepada Allah (lihat ayat 4-14).

✕  Sering dikira

Mengira 'kekang' berarti Allah memaksanya diam.

✓  Yang sebenarnya

Daud sendiri yang berniat memasang kekang, sebuah keputusan pribadi, bukan paksaan eksternal.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 39:1

Sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri: apakah perkataanku membangun atau meruntuhkan? Di hadapan orang yang suka memprovokasi, kadang diam adalah pilihan bijak.

Ya Tuhan, ajar aku mengendalikan lidahku, terutama saat aku berada di sekitar orang yang mungkin memancing kemarahanku. Amin.