Jangan buru-buru ke pengadilan

Amsal 25:8

Nasihat tentang Perkara Hukum

Jangan terburu-buru membawa perkara ke pengadilan; Sebab, apakah yang akan kaulakukan pada akhirnya ketika sesamamu mempermalukanmu?

Amsal 25:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 25:8?

Ayat ini menasihatkan agar tidak terburu-buru membawa masalah ke pengadilan. Sebelum bertindak, pikirkan konsekuensinya: jika lawanmu mempermalukanmu, apa yang akan kaulakukan? Lebih baik menyelesaikan masalah dengan damai daripada berkonfrontasi terbuka.

Latar belakang

Pikirkan dulu sebelum menuntut

Ayat ini menasihatkan untuk tidak terburu-buru membawa perkara ke pengadilan. Sebab jika engkau kalah, kamu akan dipermalukan. Lebih baik selesaikan dengan baik-baik, supaya tidak menanggung malu.

Di mana

Yerusalem

Area gerbang kota tempat berlangsungnya pengadilan

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Amsal

Raja Salomo (atau koleksi hikmat), 10 SM

P

Kepada

Pembaca muda Israel

Orang yang berpotensi berselisih

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תָּצֵא

tatze' · terburu-buru

Kamu keluar (untuk berperkara)

לָרִיב

lariv · membawa perkara

Bertengkar atau berbantah di pengadilan

יַכְלִמְךָ

yakhlimkha · mempermalukanmu

Membuatmu malu

Kata-kata ini menunjukkan bahwa pergi ke pengadilan bisa berakhir dengan penghinaan. Lebih baik menghindari konflik daripada mengejar kemenangan yang memalukan.

Tahukah kamu

Pengadilan di gerbang

Di Israel kuno, sidang pengadilan sering diadakan di gerbang kota, tempat orang berkumpul. Ini tempat umum yang ramai, sehingga hasil sidang bisa memalukan atau memuliakan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 25:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 25:8

✕  Sering dikira

Ayat ini melarang pergi ke pengadilan sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Bukan melarang, tetapi menekankan untuk tidak gegabah dan mempertimbangkan akibatnya.

✕  Sering dikira

Ini hanya tentang kasus hukum formal.

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya bisa diterapkan pada konflik apa pun: pikirkan dulu sebelum menuntut.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 25:8

Saat merasa diperlakukan tidak adil, reaksi pertama kita mungkin ingin membela diri. Namun, ayat ini mengajak kita untuk berpikir dua kali dan mencari jalan damai, karena pertengkaran sering merugikan kedua belah pihak.

Ya Bapa, beri aku hikmat untuk tidak terburu-buru dalam konflik, dan bimbing aku menyelesaikan perselisihan dengan damai. Amin.