Anak bijak vs bodoh

Amsal 15:20

Amsal tentang Kehidupan Bijak

Anak yang berhikmat menjadikan ayahnya bersukacita, tetapi orang bodoh menghina ibunya.

Amsal 15:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 15:20?

Amsal 15:20 mengajarkan bahwa anak yang berhikmat mendatangkan sukacita bagi ayahnya, tetapi anak bodoh menghina ibunya. Artinya, kebijaksanaan tercermin dalam sikap hormat dan kasih kepada orang tua, sementara kebodohan terlihat dari sikap yang merendahkan mereka.

Latar belakang

Dampak hikmat pada orang tua

Ayat ini menegaskan bahwa anak yang berhikmat membawa sukacita bagi ayahnya, sedangkan orang bodoh menghina ibunya. Ini menggarisbawahi pentingnya didikan dan hikmat dalam hubungan keluarga.

Di mana

Yerusalem

Di istana, saat mengajar

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, terkenal akan hikmatnya, ~40 tahun

A

Kepada

Anak-anak Israel

Masyarakat umum, termasuk generasi muda

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָכְמָה

khokhmah · hikmat

kebijaksanaan, keterampilan hidup yang benar

כְּסִיל

kesil · bodoh

orang bebal, yang menolak didikan

בָּזָה

bazah · menghina

menganggap rendah, mencemooh

Perbedaan antara hikmat dan kebodohan berdampak langsung pada orang lain, terutama orang tua; kebodohan bukan hanya soal intelek, tetapi sikap merendahkan orang tua.

Tahukah kamu

Orang tua sering disebut dalam Amsal

Amsal sangat menekankan hubungan orang tua-anak; kata 'ayah' muncul puluhan kali, dan 'ibu' juga sering, menunjukkan bahwa hikmat itu praktis dalam keluarga.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 15:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 15:20

✕  Sering dikira

Mengira 'menghina ibu' hanya berarti berkata kasar kepada ibu.

✓  Yang sebenarnya

Bisa mencakup tidak menghormati secara umum, seperti tidak taat atau mempermalukan keluarga.

✕  Sering dikira

Menganggap kesuksesan duniawi selalu sama dengan hikmat.

✓  Yang sebenarnya

Hikmat dalam konteks ini adalah takut akan Tuhan dan menjalankan perintah-Nya, bukan sekadar kepandaian.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 15:20

Perhatikan cara kamu berbicara dan bertindak terhadap orang tuamu. Apakah kamu membawa sukacita atau rasa sakit? Jadilah bijak dengan menghormati dan menghargai mereka, karena itu bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan keluarga.

Ya Bapa, ajari aku untuk menjadi anak yang berhikmat dan membawa sukacita bagi orang tuaku. Amin.