Tuhan tanya, Amos jawab

Amos 8:2

Keranjang Buah: Akhir Israel

PerikopPenglihatan tentang Keranjang Berisi Buah-Buahan · Amos 8:1-3 →
“Dia bertanya, “Apa yang kaulihat, Amos?” Aku menjawab, “Sebuah keranjang berisi buah-buahan musim panas.” Lalu, TUHAN berkata kepadaku, “Kesudahannya telah datang atas umat-Ku Israel. Aku tidak akan menyayangkan mereka lagi.”

Amos 8:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 8:2?

Tuhan berkata bahwa kesudahan Israel sudah tiba, dan Dia tidak akan menyayangkan mereka lagi. Ini adalah keputusan yang tegas dan tidak bisa dihindari karena dosa mereka yang terus-menerus.

Latar belakang

Makna keranjang buah

Tuhan bertanya apa yang dilihat Amos, lalu menjelaskan bahwa buah yang matang menandakan kesudahan Israel. Tuhan tidak akan mengampuni mereka lagi.

Di mana

Tekoa

Dalam penglihatan, sekitar tahun 755 SM

Kapan

~755 SM

Zaman Raja Yerobeam II

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penglihatan buah-buahan
Penglihatan berikutnya
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan ALLAH

Allah Israel, berdaulat atas sejarah

A

Kepada

Amos

nabi sederhana dari Tekoa, dipanggil melayani

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קֵץ

qets · kesudahannya

akhir, titik akhir yang pasti

בּוֹא

bo' · datang

tiba, terjadi

חוּס

chus · menyayangkan

belas kasihan, menyayangi

Kata 'qets' (akhir) sangat mirip dengan 'qayits' (buah panas). Israel sudah matang untuk dihukum, dan Tuhan tidak akan menahan diri.

Tahukah kamu

Tidak menyayangkan lagi

Frasa 'tidak akan menyayangkan lagi' muncul tiga kali dalam Amos (7:8; 8:2; 9:1), menekankan hukuman yang pasti.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 8:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 8:2

✕  Sering dikira

Amos hanya melihat keranjang buah biasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini penglihatan simbolis, bukan buah sebenarnya.

✕  Sering dikira

'Tidak akan menyayangkan' berarti Tuhan kejam.

✓  Yang sebenarnya

Ini konsekuensi dari dosa yang berkepanjangan, bukan tanpa peringatan.

Renungan

Renungan Singkat Amos 8:2

Ketika kita berulang kali mengabaikan peringatan Tuhan, kita harus ingat bahwa ada konsekuensi. Namun, masih ada kesempatan untuk bertobat sebelum keputusan akhir dijatuhkan. Jangan mengeraskan hati.

Ya Tuhan, ampunilah kami atas kekerasan hati kami. Ajari kami untuk mendengar dan bertindak sebelum terlambat. Amin.