Keranjang buah musim panas

Amos 8:1

Keranjang Buah: Akhir Israel

Inilah yang Tuhan ALLAH perlihatkan kepadaku: Lihat, sebuah keranjang berisi buah-buahan musim panas.

Amos 8:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 8:1?

Dalam penglihatan ini, Tuhan menunjukkan kepada Amos sebuah keranjang berisi buah-buahan musim panas. Buah ini melambangkan bahwa Israel sudah matang untuk dihukum, seperti buah yang siap dipetik.

Latar belakang

Penglihatan keranjang buah

Tuhan menunjukkan kepada Amos sebuah keranjang berisi buah-buahan musim panas. Buah ini melambangkan kematangan Israel untuk dihukum.

Di mana

Tekoa

Di padang, saat penglihatan

Kapan

~755 SM

Zaman Raja Yerobeam II

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemerintahan Yerobeam II
Kejatuhan Samaria (722 SM)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Amos

peternak domba dari Tekoa, ~755 SM

U

Kepada

Umat Israel (utara)

kerajaan utara yang makmur, tapi tidak setia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קַיִץ

qayits · buah-buahan

buah yang matang di akhir musim panas

קַיִץ

qayits · musim panas

musim panen buah, melambangkan akhir

כְּלוּב

keluv · keranjang

wadah anyaman untuk buah atau binatang

Permainan kata antara 'qayits' dan 'qets' menunjukkan bahwa musim panas yang menyenangkan justru menjadi tanda kehancuran yang tak terhindarkan.

Tahukah kamu

Permainan kata Ibrani

Dalam bahasa Ibrani, 'buah musim panas' (qayits) hampir sama dengan 'kesudahan' (qets). Ini adalah plesetan yang disengaja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 8:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 8:1

✕  Sering dikira

Buah musim panas hanya simbol berkat melimpah.

✓  Yang sebenarnya

Ini justru pertanda akhir, bukan berkat.

✕  Sering dikira

Amos sedang bermimpi, bukan menerima wahyu.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah penglihatan kenabian yang disampaikan Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Amos 8:1

Ketika hidup kita tampak baik-baik saja, kita mungkin tidak menyadari bahwa ada hal-hal yang perlu dibereskan. Jangan menunda pertobatan sampai terlambat, tetapi periksalah hati dan perbuatan kita.

Tuhan, tolong kami untuk peka terhadap teguran-Mu sebelum terlambat. Amin.