Menindas yang Lemah: Rumah yang Sia-sia
Amos 5:11
Panggilan untuk Mencari Kebaikan
“Karena kamu menginjak-injak orang miskin dan mengambil pajak gandum darinya, maka sekalipun kamu membangun rumah dari batu pahat, kamu takkan menempatinya. Sekalipun kamu menanam kebun anggur yang indah, kamu takkan minum air anggurnya.”Amos 5:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu, karena kamu menginjak- injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, --sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya.”Amos 5:11 · TB
Terjemahan Baru
“Kamu menindas orang miskin dan gandumnya kamu rampas. Karena itu kamu tidak akan tinggal di dalam rumah-rumahmu yang mewah, yang telah kamu bangun itu. Kamu tidak akan minum anggur dari kebun-kebun anggur yang kamu tanami.”Amos 5:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Forasmuch therefore as your treading is upon the poor, and ye take from him burdens of wheat: ye have built houses of hewn stone, but ye shall not dwell in them; ye have planted pleasant vineyards, but ye shall not drink wine of them.”Amos 5:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amos 5:11?
Akibat dari perlakuan tidak adil terhadap orang miskin (menginjak-injak dan mengambil pajak gandum) adalah bahwa rumah yang mereka bangun tidak akan mereka huni, dan kebun anggur yang mereka tanam tidak akan memberi mereka anggur. Ini adalah hukuman dari Tuhan: usaha mereka sia-sia.
Latar belakang
Hidup Mewah dari Penderitaan Orang Lain
Amos mengecam mereka yang menindas orang miskin dengan mengenakan pajak gandum yang tidak adil. Mereka membangun rumah mewah dan kebun anggur, tetapi karena ketidakadilan itu, Tuhan menyatakan bahwa mereka tidak akan menikmati hasilnya.
Di mana
Betel
Di pusat ibadah Israel, saat menyampaikan firman
Kapan
~760 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Amos
Peternak domba dari Tekoa, dipanggil Tuhan bernubuat, ~40 tahun
Kepada
Kaum Israel (Kerajaan Utara)
Orang-orang kaya yang menindas orang miskin
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּרַךְ
darakh · menginjak-injak
menekan, memijak, atau memperlakukan dengan kasar
דַּל
dal · miskin
lemah, tidak berdaya, atau miskin secara ekonomi
בָּר
bar · pajak gandum
gandum yang dipungut sebagai pajak atau upeti
Kata 'menginjak-injak' menggambarkan tindakan yang disengaja dan kejam, sementara 'miskin' menunjukkan mereka yang tidak bisa melawan. 'Pajak gandum' menunjukkan bahwa penindasan itu terstruktur dalam sistem ekonomi, bukan hanya kesalahan individu.
Tahukah kamu
Pajak gandum
Pajak gandum mungkin adalah pungutan yang diambil dari hasil panen, tetapi orang kaya memanfaatkannya untuk memeras orang miskin, mungkin dengan meminjamkan gandum dengan bunga tinggi atau mengambil bagian yang tidak semestinya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amos 5:11
Imamat 19:13
Larangan menindas
“Jangan engkau memeras sesamamu manusia dan jangan engkau merampas; janganlah engkau menahan upah orang upahan di rumahmu sampai pagi.”
Ulangan 28:30
Akibat kutukan
“Engkau akan bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi laki-laki lain akan menidurinya; engkau akan membangun rumah, tetapi tidak akan mendiaminya; engkau akan membuat kebun anggur, tetapi tidak akan mengecap buahnya.”
Yakobus 5:4
Tuhan mendengar
“Lihatlah, upah para pekerja yang menuai di ladangmu, yang kamu tahan, berteriak, dan teriakan mereka sudah masuk ke telinga Tuhan semesta alam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amos 5:11
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya untuk orang kaya zaman dulu, bukan untuk kita.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya tetap berlaku: Tuhan peduli pada keadilan ekonomi dan melindungi yang lemah.
✕ Sering dikira
Membangun rumah dan kebun anggur itu salah.
✓ Yang sebenarnya
Yang salah adalah menindas orang lain untuk mendapatkannya; kepemilikan sendiri tidak dilarang.
Renungan
Renungan Singkat Amos 5:11
Kita mungkin tidak secara langsung menindas orang miskin, tapi bagaimana kita memperlakukan mereka? Apakah kita memanfaatkan mereka? Ingat, Tuhan melihat dan akan membela mereka yang tertindas.
Tuhan, tolong aku untuk selalu berlaku adil dan murah hati kepada mereka yang lemah, Amin.