Wabah dan pedang di tengah kemah
Amos 4:10
Tuhan menegur Israel yang keras kepala
PerikopPerempuan Samaria Mabuk Kemewahan · Amos 4:1-13 →““Aku mengirimkan penyakit sampar di antaramu, seperti cara yang diterima orang Mesir. Dengan pedang Aku membunuh pemuda-pemudamu, bersama dengan kuda-kuda tawananmu. Aku membuat bau busuk perkemahan tercium oleh hidungmu, tetapi itu pun tidak membuat kamu kembali kepada-Ku,” firman TUHAN.”Amos 4:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.”Amos 4:10 · TB
Terjemahan Baru
“Aku mengirim wabah penyakit kepadamu seperti yang Kukirim ke Mesir. Orang-orang mudamu Kutewaskan dalam pertempuran, dan kuda-kudamu dirampas. Aku mengisi perkemahanmu dengan bangkai-bangkai yang baunya menusuk hidung. Meskipun begitu, kamu tidak juga kembali kepada-Ku.”Amos 4:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I have sent among you the pestilence after the manner of Egypt: your young men have I slain with the sword, and have taken away your horses; and I have made the stink of your camps to come up unto your nostrils: yet have ye not returned unto me, saith the LORD.”Amos 4:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amos 4:10?
Tuhan mengirimkan penyakit sampar dan perang, seperti yang terjadi di Mesir, tetapi Israel tetap tidak kembali. Mereka mengalami kematian pemuda dan bau busuk di perkemahan, namun hati mereka tetap keras. Ini menunjukkan betapa dalamnya pemberontakan Israel dan kesabaran Allah yang tetap memberi kesempatan untuk bertobat.
Latar belakang
Peringatan yang tidak dihiraukan
Tuhan telah mendatangkan berbagai bencana seperti wabah sampar dan perang sebagai peringatan, tetapi Israel tidak mau berbalik kepada-Nya. Ayat 10 menunjukkan bahwa meskipun pemuda-pemuda mereka terbunuh dan perkemahan bau busuk, mereka tetap tidak bertobat.
Di mana
Samaria
Nubuat yang disampaikan melalui Amos di Israel utara
Kapan
~760 SM
Kerajaan Terbagi (935-586 SM)
Yang berbicara
TUHAN (Allah Israel)
Allah semesta alam, kovenan dengan Israel, mahatahu
Kepada
Israel (kerajaan utara)
Bangsa pilihan yang hidup dalam kemakmuran, tetapi tidak setia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דֶּבֶר
dever · sampar
wabah penyakit yang menular, sering dianggap hukuman ilahi
חֶרֶב
cherev · pedang
senjata tajam, melambangkan perang dan kekerasan
בְּאֹשׁ
be'osh · bau busuk
bau tidak sedap, biasanya dari mayat atau pembusukan
Ketiga kata ini menekankan betapa mengerikannya hukuman Tuhan, tetapi tujuannya adalah agar umat berbalik, bukan sekadar menghukum.
Tahukah kamu
Sampar yang mengingatkan pada Mesir
Wabah sampar ini mengingatkan pada tulah yang menimpa Mesir (Keluaran 9), menunjukkan bahwa Israel tidak belajar dari sejarah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amos 4:10
Keluaran 9:3
Wabah sebagai hukuman
“Tangan TUHAN akan menimpa ternakmu di padang, kuda, keledai, unta, lembu, dan kambing domba: wabah yang sangat berat.”
Ulangan 28:25
Pedang dan kekalahan
“TUHAN akan membuat engkau terpukul kalah di depan musuhmu; engkau akan keluar menyerang mereka dengan satu jalan, tetapi akan lari dari hadapan mereka dengan tujuh jalan.”
Amos 4:6
Pola peringatan yang diabaikan
“Sekalipun Aku berikan kepadamu gigi yang bersih di seluruh kotamu, dan kekurangan roti di seluruh tempat tinggalmu, tetapi itu pun tidak membuat kamu kembali kepada-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amos 4:10
✕ Sering dikira
Tuhan menghukum tanpa alasan atau dengan kejam.
✓ Yang sebenarnya
Hukuman adalah peringatan yang bertujuan memulihkan hubungan, bukan kekejaman.
✕ Sering dikira
Ayat ini berbicara hanya untuk bangsa Israel kuno.
✓ Yang sebenarnya
Prinsip peringatan dan panggilan untuk bertobat masih relevan bagi semua orang.
Renungan
Renungan Singkat Amos 4:10
Jangan menunggu bencana besar untuk bertobat. Allah menginginkan hubungan yang intim dengan kita, bukan ketakutan yang baru muncul saat kita terdesak.
Ya Allah, jauhkan aku dari sikap keras hati; buat aku bisa belajar dari teguran kecil agar tidak perlu hukuman yang lebih berat. Amin.