Api atas Raba

Amos 1:14

Hukuman atas Amon

Aku akan menyalakan api di tembok Raba yang akan melahap istana-istananya, dengan sorak-sorai pada masa peperangan, dengan angin badai pada saat puting beliung.

Amos 1:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 1:14?

TUHAN akan menghukum Raba, ibu kota Amon, dengan api dan kehancuran total. Saat musuh menyerang, akan ada sorak-sorai perang dan badai dahsyat, melambangkan murka Allah yang tak terhindarkan atas kejahatan mereka.

Latar belakang

Hukuman melalui api dan badai

Tuhan akan menghukum Raba dengan api yang menghanguskan istana-istana, disertai sorak-sorai perang dan badai dahsyat. Gambaran ini menunjukkan kehancuran total yang datang dari Allah sendiri.

Di mana

Raba

Kota benteng Amon

Kapan

~760 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kekejaman Amon
Kejatuhan Raba
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Hakim yang adil dan berdaulat

B

Kepada

Bangsa Amon

Lawan Israel dengan sejarah permusuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֵשׁ

esh · api

api sebagai simbol penghakiman ilahi

תְּרוּעָה

teruah · sorak-sorai

teriakan perang yang nyaring

סוּפָה

sufah · angin badai

angin topan atau badai yang menghancurkan

Api, sorak-sorai, dan badai semuanya adalah gambaran penghakiman yang mengguncang dan membinasakan, menunjukkan kuasa Allah yang tak terelakkan.

Tahukah kamu

Raba adalah Amman modern

Kota Raba yang disebut di sini sekarang adalah Amman, ibu kota Yordania, masih ada hingga hari ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 1:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 1:14

✕  Sering dikira

Menganggap api hanya metafora

✓  Yang sebenarnya

Meski metaforis, api ini menggambarkan kehancuran nyata yang menimpa bangsa Amon.

✕  Sering dikira

Mengira hukuman ini hanya untuk bangsa kuno

✓  Yang sebenarnya

Prinsip keadilan Allah tetap berlaku: kekejaman tidak dibiarkan tanpa konsekuensi.

Renungan

Renungan Singkat Amos 1:14

Tuhan tidak tinggal diam terhadap kekerasan dan ketidakadilan. Saat kita menyaksikan penderitaan di sekitar, ingatlah bahwa Allah adalah pembela yang adil. Kita dipanggil untuk berpihak pada kebenaran dan menolak segala bentuk penindasan.

Allah yang adil, mampukan kami menjadi agen keadilan dan damai di tengah dunia yang penuh kekerasan. Amin.