Sumpah di Depan Mazbah

2 Tawarikh 6:22

Doa Dedikasi Salomo

PerikopDoa Salomo · 2 Tawarikh 6:12-42 →
“Jika seseorang berdosa terhadap sesamanya, lalu dia mengangkat sumpah dengan mengutuki diri dan datang bersumpah di depan mazbah-Mu di dalam bait ini,”

2 Tawarikh 6:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 6:22?

Jika seseorang berdosa kepada sesamanya dan mengangkat sumpah di depan mezbah, Salomo meminta Allah untuk bertindak sebagai hakim yang adil, membalas sesuai dengan kebenaran.

Latar belakang

Doa untuk Kasus Sumpah

Salomo memohon agar TUHAN menjadi hakim yang adil ketika seseorang dituduh berdosa dan bersumpah di depan mazbah. Ia meminta agar Allah mendengar dari surga dan membalas sesuai kebenaran masing-masing.

Di mana

Yerusalem

Di halaman bait suci, di depan mazbah tembaga

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan bait selesai
Pengudian dan pemisahan kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, ~40 tahun, dikenal bijaksana

T

Kepada

TUHAN Allah Israel

Hadirat ilahi yang bersemayam di bait

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָטָא

khata · berdosa

meleset dari sasaran, melanggar hukum Allah

אָלָה

alah · sumpah

kutuk atau sumpah yang memohon penghakiman ilahi

מִזְבֵּחַ

mizbeach · mazbah

tempat pengorbanan, altar

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa dosa meleset dari standar Allah, dan sumpah di altar menyerahkan perkara pada penghakiman-Nya. Altar menjadi titik pertemuan antara manusia yang berdosa dan Allah yang adil.

Tahukah kamu

Sumpah di Depan Mazbah

Sumpah di hadapan mazbah adalah praktik kuno untuk menyerahkan perkara kepada Tuhan. Mazbah adalah tempat pengorbanan, melambangkan kekudusan dan kehadiran Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 6:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 6:22

✕  Sering dikira

Sumpah di sini berarti bersumpah serampangan, dan doa ini mendukungnya.

✓  Yang sebenarnya

Sumpah di hadapan altar adalah tindakan serius untuk menyelesaikan perkara yang tidak jelas, bukan main-main.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya berlaku untuk orang Israel zaman dulu.

✓  Yang sebenarnya

Prinsip keadilan Allah dan pencarian kebenaran tetap relevan bagi kita hari ini.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 6:22

Tuhan adalah hakim yang adil. Saat kita diperlakukan tidak adil, kita dapat membawa semuanya kepada-Nya, percaya bahwa Dia akan membela yang benar.

Tuhan, jadilah hakim yang adil dalam hidupku, dan berikanlah keadilan atas setiap perkara yang kuhadapi. Amin.