Serambi Emas yang Menjulang

2 Tawarikh 3:4

Salomo Membangun Bait Suci

Serambi di depan bait itu panjangnya 20 hasta, menurut lebar bait itu, dan tingginya 120 hasta. Dia melapisi bagian dalamnya dengan emas murni.

2 Tawarikh 3:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 3:4?

Serambi di depan bait itu tingginya 120 hasta, sangat tinggi. Dilapisi emas murni, menunjukkan kemuliaan dan kekudusan Allah yang transenden.

Latar belakang

Serambi yang Dilapisi Emas

Serambi di depan Bait Suci memiliki panjang dua puluh hasta, sesuai lebar Bait, dan tingginya mencapai seratus dua puluh hasta. Bagian dalamnya dilapisi emas murni, menciptakan kemegahan yang luar biasa.

Di mana

Yerusalem

Gunung Moria, lokasi Bait Suci

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud menyiapkan tempat
Bait Suci selesai
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan dan imam, menulis setelah pembuangan

J

Kepada

Jemaat Israel

Orang-orang yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אוּלָם

ulam · serambi

ruang depan atau aula di pintu masuk

צָפָה

tsafah · melapisi

menutupi permukaan dengan lapisan

זָהָב

zahav · emas

logam mulia yang melambangkan kemuliaan

Kata ulam menunjuk pada ruang transisi, dan tindakan melapisi dengan emas menunjukkan kekudusan yang menyelimuti seluruh area, menekankan keagungan Allah.

Tahukah kamu

Tinggi yang Mencengangkan

Tinggi 120 hasta (sekitar 53 meter) ini jauh lebih tinggi dari serambi Bait Suci pada umumnya, mungkin mewakili kemegahan yang ideal.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 3:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 3:4

✕  Sering dikira

Menganggap angka tinggi itu tidak realistis dan hanya metafora

✓  Yang sebenarnya

Angka itu literal, menunjukkan kemegahan yang luar biasa

✕  Sering dikira

Mengira emas itu hanya untuk dekorasi

✓  Yang sebenarnya

Emas melambangkan kemuliaan dan kekudusan Allah

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 3:4

Kemuliaan Allah tidak terukur dan layak menerima yang terbaik dari kita. Jangan ragu untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

Tuhan, Engkau layak menerima segala kemuliaan; ajari aku memberikan yang terbaik dalam hidupku. Amin.