Azarya menegur: 'Keluarlah!'

2 Tawarikh 26:18

Uzia: Sukses, Sombong, dan Kusta

Mereka berdiri di depan Raja Uzia dan berkata kepadanya, “Uzia, engkau tidak dapat membakar dupa kepada TUHAN, sebab hanya imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang boleh membakar dupa. Keluarlah dari tempat kudus ini karena engkau telah berdosa! Engkau tidak akan mendapat kehormatan dari TUHAN Allah.”

2 Tawarikh 26:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 26:18?

Para imam menegur Uzia dengan jelas: ia tidak berhak membakar dupa karena hanya imam yang dikuduskan yang boleh melakukannya. Mereka meminta Uzia keluar dari tempat kudus karena ia telah berdosa.

Latar belakang

Ajakan keluar dari tempat kudus

Azarya menegaskan bahwa Uzia tidak layak membakar dupa, karena hanya imam keturunan Harun yang ditahbiskan yang boleh. Dia memerintahkan Uzia keluar karena dia telah berdosa, dan menegaskan bahwa Tuhan tidak akan memberinya kehormatan.

Di mana

Yerusalem

Di bait Allah, di mazbah pembakaran dupa, siang hari

Kapan

~740 SM

Kerajaan Yehuda, sebelum pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Uzia membakar dupa
Uzia terkena kusta
Kamu di sini
I

Yang berbicara

Imam Azarya

Imam kepala, keturunan Harun, ~40 tahun.

R

Kepada

Raja Uzia

Raja Yehuda, berkuasa 52 tahun.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָטָא

khata · berdosa

meleset dari sasaran, melakukan pelanggaran moral.

קָדַשׁ

qadash · kudus

dikhususkan, disucikan.

כָּבוֹד

kavod · kehormatan

kemuliaan, berat, atau kemasyhuran.

'Khata' (berdosa) adalah meleset dari standar Allah. Uzia gagal menghormati 'qadash' (kekudusan) imamat, sehingga ia kehilangan 'kavod' (kehormatan) yang seharusnya.

Tahukah kamu

Dupa dan doa

Dalam tradisi Yahudi, dupa melambangkan doa yang naik kepada Tuhan. Membakar dupa tanpa otorisasi adalah mengambil peran imam secara tidak sah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 26:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 26:18

✕  Sering dikira

Uzia hanya ingin menyembah Tuhan dengan caranya sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan menghargai ketaatan, bukan cara yang sewenang-wenang; ada aturan yang harus diikuti.

✕  Sering dikira

Imam Azarya tegas dan kasar, tapi kurang empati.

✓  Yang sebenarnya

Teguran itu jujur dan menyelamatkan Uzia dari dosa lebih lanjut; itulah kasih yang benar.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 26:18

Tuhan menetapkan batasan dan otoritas. Kita harus menghormati aturan-Nya dan tidak melanggar batas yang telah ditetapkan. Setiap pelanggaran akan membawa konsekuensi.

Tuhan, ajari aku untuk menghormati aturan-Mu dan otoritas yang Engkau tetapkan. Ampunilah aku jika aku pernah melanggar. Amin.