Kemarahan Uzia di Bait Allah
2 Tawarikh 26:19
Raja Uzia dan Kusta
“Uzia, yang sedang memegang pedupaan di tangannya untuk membakar dupa, menjadi marah. Ketika dia marah terhadap para imam, penyakit kusta timbul di dahinya, di hadapan para imam di bait TUHAN, dekat mazbah pembakaran dupa.”2 Tawarikh 26:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.”2 Tawarikh 26:19 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu Uzia sedang berdiri di dekat mezbah dupa di Rumah TUHAN dengan alat pembakar dupa di tangannya. Ia marah kepada imam-imam itu, dan tiba-tiba timbul penyakit kulit yang mengerikan pada dahinya.”2 Tawarikh 26:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then Uzziah was wroth, and had a censer in his hand to burn incense: and while he was wroth with the priests, the leprosy even rose up in his forehead before the priests in the house of the LORD, from beside the incense altar.”2 Tawarikh 26:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 26:19?
Ketika Uzia marah kepada para imam yang menegurnya, Tuhan langsung menghukumnya dengan penyakit kusta yang muncul di dahinya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak main-main dengan kesombongan dan kemarahan yang tidak menghormati kekudusan-Nya.
Latar belakang
Kemarahan yang Mengakibatkan Kusta
Uzia, yang sedang membakar dupa, menjadi marah ketika para imam menegurnya. Pada saat itu juga kusta timbul di dahinya, di hadapan para imam di bait TUHAN.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Di depan mazbah pembakaran dupa
Kapan
~739 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sejarawan pasca-pembuangan ~400 SM
Kepada
Pembaca Israel yang kembali
Komunitas Yehuda pasca-pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּקְצֹף
wayyiqtsof · marah
menjadi marah, panas hati
צָרַעַת
tsara'at · kusta
penyakit kulit yang membuat najis
מֵצַח
metsach · dahi
dahi, bagian depan kepala
Ketiganya menekankan bahwa kemarahan manusia yang melawan imam Tuhan berubah menjadi penyakit yang terlihat di tempat yang paling terbuka—dahi. Ini adalah tanda publik yang tidak bisa disembunyikan.
Tahukah kamu
Keajaiban Kusta Instan
Kusta di Timur Dekat kuno dianggap sebagai hukuman langsung dari Tuhan, dan kusta yang timbul seketika di dahi adalah tanda yang sangat dramatis. Ini bukan penyakit biasa, melainkan pukulan ilahi yang langsung terlihat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 26:19
Bilangan 12:10
Hukuman serupa
“Ketika awan berhenti, maka Miryam menderita kusta, putih seperti salju.”
Amsal 16:18
Kesombongan dihukum
“Keangkuhan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
Kisah Para Rasul 12:23
Pukulan langsung
“Dan dengan segera malaikat Tuhan memukul dia karena ia tidak memberikan hormat kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 26:19
✕ Sering dikira
Menganggap kusta langsung menular dan membuatnya najis secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Kusta di sini adalah penyakit kulit yang membuat najis secara ritual, tapi tidak menular dalam arti medis modern.
✕ Sering dikira
Mengira Uzia hanya marah karena ambisinya untuk menjadi imam.
✓ Yang sebenarnya
Uzia marah karena otoritas imam menantang haknya untuk membakar dupa, yang merupakan pelanggaran.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 26:19
Kemarahan sering kali membuat kita bertindak bodoh. Saat dikoreksi, jangan langsung marah, tapi evaluasi diri dengan rendah hati.
Tuhan, ajari aku untuk merespons teguran dengan hati yang lembut, bukan amarah yang merugikan. Amin.