Amazia Menantang Israel
2 Tawarikh 25:17
Kesombongan Membawa Perang
“Amazia, raja Yehuda, berunding, lalu mengutus orang kepada Yoas, anak Yoahas, anak Yehu, raja Israel, dengan pesan, “Mari kita berhadapan.””2 Tawarikh 25:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Amazia, raja Yehuda, mengadakan perundingan, lalu menyuruh orang kepada Yoas bin Yoahas bin Yehu, raja Israel, mengatakan: "Mari kita mengadu tenaga!"”2 Tawarikh 25:17 · TB
Terjemahan Baru
“Amazia raja Yehuda dengan para penasihatnya berkomplot melawan Israel. Ia mengirim utusan kepada Yoas raja Israel, anak Yoahas, cucu Yehu, untuk menantang dia berperang.”2 Tawarikh 25:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then Amaziah king of Judah took advice, and sent to Joash, the son of Jehoahaz, the son of Jehu, king of Israel, saying, Come, let us see one another in the face.”2 Tawarikh 25:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 25:17?
Amazia, yang telah menang atas Edom, menjadi sombong dan menantang Yoas, raja Israel, untuk berperang. Ini menunjukkan bahwa kesombongan setelah sukses sering membawa pada kehancuran, karena ia tidak menyadari bahwa kemenangannya adalah anugerah Tuhan.
Latar belakang
Tantangan Perang yang Sombong
Amazia yang merasa berkuasa setelah mengalahkan Edom, menantang Yoas, raja Israel, untuk berhadapan dalam peperangan. Ini adalah tindakan sombong dan tidak dipimpin oleh Allah, karena Amazia telah berpaling dari TUHAN. Tantangan ini menunjukkan bahwa kesombongan menguasai pikirannya setelah keberhasilan sebelumnya.
Di mana
Yerusalem
Ibukota Yehuda, di istana
Kapan
sekitar 790 SM
Sejarah Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sejarawan yang mencatat peristiwa kerajaan Yehuda dan Israel.
Kepada
Pembaca Kitab
Orang-orang yang ingin memahami sejarah bangsa Israel dan hikmahnya.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִוָּעַץ
yiwwa'atz · berunding
Mengambil keputusan setelah meminta nasihat (di sini dari para penasihatnya).
לְהִתְרָאוֹת
lehitra'ot · berhadapan
Saling melihat wajah, atau dalam konteks perang berarti berperang.
שָׁלַח
shalach · kirim pesan
Mengutus dengan tujuan tertentu; sering dipakai dalam konteks diplomatik.
Kata 'berunding' (yiwwa'atz) menunjukkan bahwa Amazia bukan asal bicara, tetapi ia mempertimbangkan sesuatu, namun sayangnya bukan mencari kehendak Allah. 'Berhadapan' (lehitra'ot) bukan hanya soal bertemu, tetapi sebuah tantangan untuk berperang. 'Kirim pesan' (shalach) menunjukkan komunikasi formal, tetapi dalam nada sombong.
Tahukah kamu
Dampak Hubungan Saudara
Amazia dan Yoas sebenarnya masih memiliki ikatan keluarga karena Amazia bukanlah saudara langsung, tetapi dalam sejarah, bentrokan antar kerajaan sering terjadi meski masih ada hubungan darah dari keturunan Daud.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 25:17
Amsal 16:18
Kesombongan menuju kehancuran
“Kesombongan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului jatuh.”
2 Tawarikh 26:16
Kekuatan menyebabkan kesombongan
“Ketika ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia jatuh.”
1 Raja-raja 12:16
Ketidaktaatan memicu perang
“Maka seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan perkataan mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 25:17
✕ Sering dikira
Amazia menantang Yoas karena ia ingin memperluas wilayahnya.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebutkan motif ekspansi; yang jelas adalah kesombongan setelah kemenangan atas Edom, dan ia tidak menanyakan kehendak Allah.
✕ Sering dikira
Amazia berunding dengan para penasihat yang bijak.
✓ Yang sebenarnya
Kitab Tawarikh tidak menyebutkan isi perundingan, tetapi hasilnya adalah keputusan untuk menantang Israel, yang bertentangan dengan nasihat Allah sebelumnya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 25:17
Jangan biarkan keberhasilan membuat kita mencari masalah atau meremehkan orang lain. Tetaplah rendah hati dan bersyukur.
Tuhan, jauhkan aku dari kesombongan yang memicu konflik. Ajari aku untuk hidup damai dengan sesama. Amin.