Pembantaian di Puncak Bukit
2 Tawarikh 25:12
Amazia dan Kemenangan yang Menjadi Bumerang
“Keturunan Yehuda menawan sepuluh ribu orang hidup-hidup dan membawa mereka ke suatu puncak bukit batu, lalu melemparkan mereka dari puncak bukit batu itu sehingga semuanya hancur tercabik-cabik.”2 Tawarikh 25:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Selain itu sepuluh ribu orang ditawan hidup-hidup oleh bani Yehuda dan dibawa ke suatu puncak bukit batu, lalu mereka dicampakkan dari puncak bukit batu itu, sehingga hancurlah mereka semua.”2 Tawarikh 25:12 · TB
Terjemahan Baru
“Sepuluh ribu yang lain ditawan. Mereka dibawa ke puncak gunung batu di kota Sela lalu dilemparkan ke bawah sehingga mati.”2 Tawarikh 25:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And other ten thousand left alive did the children of Judah carry away captive, and brought them unto the top of the rock, and cast them down from the top of the rock, that they all were broken in pieces.”2 Tawarikh 25:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 25:12?
Yehuda menawan sepuluh ribu orang Edom dan melemparkan mereka dari tebing batu sampai hancur. Ini adalah tindakan yang sangat kejam dan tidak disebutkan sebagai perintah Tuhan, menjadi gambaran kekejaman perang di zaman itu dan juga akibat dari kebencian.
Latar belakang
Kejamnya Perang Kuno
Pasukan Yehuda menangkap sepuluh ribu tawanan Edom dan membawa mereka ke puncak bukit batu, lalu melemparkan mereka dari atas sehingga semuanya hancur. Ini adalah praktik perang yang mengerikan, menunjukkan kekejaman zaman itu.
Di mana
Lembah Asin (Laut Mati selatan)
Tebing batu yang curam, mungkin dekat Petra
Kapan
~810 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis Kronik
Sejarawan imam pasca-pembuangan, ~450 SM
Kepada
Pembaca Yehuda
Komunitas Yahudi kembali dari pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁבָה
shavah · menawan
menangkap, membawa tawanan; biasanya untuk perang
יָרַד
yarad · melemparkan
turun; dalam bentuk kausatif berarti menjatuhkan, melempar ke bawah
בָּקַע
baqa · tercabik-cabik
terbelah, terpotong; menggambarkan kehancuran total
Kata kerja 'shavah' (menawan), 'yarad' (menjatuhkan), dan 'baqa' (membelah) menggambarkan siklus kekerasan yang mengerikan—menangkap, menjatuhkan, dan menghancurkan. Ini menunjukkan betapa brutalnya perang di zaman itu, dan betapa mudahnya manusia menjadi kejam.
Tahukah kamu
Bukit Batu yang Seperti Petra
Para ahli menduga 'puncak bukit batu' ini merujuk pada tebing kota Petra, tempat orang Edom tinggal. Ironisnya, Amazia kemudian menyembah ilah mereka yang tak berdaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 25:12
Mazmur 137:9
Tindakan keji
“Berbahagialah orang yang menangkap anak-anakmu dan membantingkannya ke bukit batu!”
2 Raja-raja 8:12
Praktik keji
“Aku tahu apa yang akan dilakukan orang Aram: mereka akan melemparkan bayi-bayi ke bukit batu dan membelah perut perempuan-perempuan hamil.”
Ulangan 7:2
Perintah pemusnahan
“TUHAN, Allahmu, akan menyerahkan mereka kepadamu sehingga engkau mengalahkan mereka. Engkau harus menumpas mereka sama sekali.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 25:12
✕ Sering dikira
Tindakan kejam ini diperintahkan atau dibenarkan oleh Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab mencatat tanpa komentar, tetapi konteks menunjukkan bahwa kemenangan ini kemudian diikuti oleh penyembahan berhala, mengindikasikan bahwa kejayaan tanpa hati yang benar tidak bertahan.
✕ Sering dikira
Semua tawanan perang harus dibunuh seperti ini.
✓ Yang sebenarnya
Hukum perang Israel berbeda; kota-kota yang jauh biasanya tidak dibantai habis. Tindakan ini mungkin karena Edom sering memusuhi Israel, tetapi bukan perintah umum.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 25:12
Kita perlu berhati-hati agar kemenangan tidak membuat kita menjadi kejam atau tidak mengasihi. Saat kita menang, penting untuk tetap rendah hati dan mengingat belas kasihan Tuhan kepada kita. Kekejaman hanya melukai hati kita sendiri.
Bapa, ajari aku untuk menang dengan penuh kasih dan tidak menyalahgunakan kekuasaan. Jagalah hatiku dari kepahitan dan kekejaman. Amin.