Pasukan Efraim yang Marah
2 Tawarikh 25:10
Amazia dan Kemenangan yang Menjadi Bumerang
PerikopAmazia, Raja Yehuda · 2 Tawarikh 25:1-16 →“Jadi, Amazia membubarkan pasukan yang datang kepadanya dari Efraim supaya mereka kembali ke tempat tinggalnya. Oleh sebab itu, mereka sangat marah terhadap orang Yehuda dan kembali ke tempat tinggalnya dengan amarah yang menyala-nyala.”2 Tawarikh 25:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Amazia memisahkan pasukan yang datang bergabung kepadanya dari Efraim, supaya mereka kembali ke tempat tinggalnya. Maka sangat marahlah mereka terhadap Yehuda. Mereka kembali ke tempat tinggalnya dengan marah yang menyala-nyala.”2 Tawarikh 25:10 · TB
Terjemahan Baru
“Karena itu Amazia membebaskan prajurit-prajurit sewaan itu dan menyuruh mereka pulang ke negerinya. Mereka pun pulang, tetapi dengan marah sekali.”2 Tawarikh 25:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then Amaziah separated them, to wit, the army that was come to him out of Ephraim, to go home again: wherefore their anger was greatly kindled against Judah, and they returned home in great anger.”2 Tawarikh 25:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 25:10?
Amazia memulangkan tentara Israel yang telah disewanya, dan mereka marah sekali terhadap Yehuda. Kemarahan ini menunjukkan konsekuensi dari keputusan yang awalnya didasarkan pada kesepakatan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, tetapi tetap dijalankan sebagian.
Latar belakang
Pasukan Bayaran Dipulangkan, Marah Meluap
Amazia, sesuai nasihat abdi Allah, membubarkan 100.000 tentara bayaran dari Israel (Efraim) yang telah ia sewa. Mereka pulang dengan amarah menyala-nyala karena kehilangan kesempatan berperang dan upah mereka.
Di mana
Yerusalem, Kerajaan Yehuda
Di tanah Yehuda, setelah Amazia membubarkan pasukan bayaran
Kapan
~810 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis Kronik
Sejarawan imam pasca-pembuangan, ~450 SM
Kepada
Pembaca Yehuda
Komunitas Yahudi kembali dari pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָרָה
charah · marah
menyala, membara; kemarahan yang membara seperti api
אַף
aph · amarah
hidung, lubang hidung; secara kiasan berarti kemarahan yang menyala
שׁוּב
shuv · kembali
berbalik, kembali; sering dipakai untuk pertobatan, tapi di sini berarti kembali ke tempat asal
Kata 'marah' (charah) dan 'amarah' (aph) menunjukkan emosi yang membara, sementara 'kembali' (shuv) menyoroti perpisahan yang penuh konflik—mereka pergi bukan dengan damai, tapi dengan kebencian yang siap meledak.
Tahukah kamu
Amarah yang Berbalik ke Belakang
Pasukan yang dipulangkan ini nantinya menyerang kota-kota Yehuda (ayat 13), menunjukkan bahwa keputusan Amazia, meski benar secara rohani, berdampak buruk secara politik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 25:10
2 Tawarikh 24:18-19
Murka sebagai tema
“Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan beribadah kepada tiang-tiang berhala. Murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem karena kesalahan mereka.”
Amsal 15:1
Kemarahan yang berkobar
“Jawaban yang lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah.”
1 Raja-raja 12:16
Perpecahan Israel
“Ketika seluruh Israel melihat bahwa raja tidak mendengarkan mereka, rakyat menjawab raja: 'Bagian apakah yang kami peroleh dari Daud?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 25:10
✕ Sering dikira
Amazia salah karena memulangkan pasukan bayaran sehingga mereka marah.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab menilai tindakan Amazia benar, dan kemarahan pasukan adalah akibat dari keputusan yang setia, bukan hukuman atas kesalahan.
✕ Sering dikira
Pasukan yang marah ini adalah bagian dari tentara Israel yang masih setia kepada Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Mereka berasal dari kerajaan utara yang sudah menyimpang, dan murka mereka justru menunjukkan ketidaksetiaan mereka.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 25:10
Ketaatan yang separuh hati bisa menimbulkan konflik. Ketika kita memutuskan untuk berubah menjadi lebih taat, mungkin ada pihak yang kecewa. Namun, kita perlu belajar menerima risiko itu dan tetap setia pada panggilan Tuhan.
Tuhan, beriku keberanian untuk taat kepada-Mu meskipun itu membuat orang lain tidak senang. Jagalah hatiku agar tetap damai. Amin.