Nubuat Sarkastik
1 Raja-raja 22:15
Perang Ramot-Gilead
“Saat dia datang kepada raja, raja bertanya kepadanya, “Mikha, apakah kami boleh pergi ke peperangan di Ramot-Gilead atau membatalkannya?” Dia menjawab kepadanya, “Majulah dan beruntunglah, karena TUHAN akan memberikannya ke dalam tangan Raja.””1 Raja-raja 22:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: "Mikha, apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau kami membatalkannya?" Jawabnya kepadanya: "Majulah dan engkau akan beruntung, sebab TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja."”1 Raja-raja 22:15 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah Mikha tiba di depan Raja Ahab, raja bertanya, "Bolehkah aku dan Raja Yosafat pergi menyerang Ramot, atau tidak?" "Seranglah!" sahut Mikha. "Tentu Baginda akan berhasil. TUHAN akan memberi kemenangan kepada Baginda."”1 Raja-raja 22:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Mikaya datang menghadap raja, Ahab bertanya kepadanya, “Mikaya, haruskah kami menyerang Ramot Gilead atau tidak?” Dengan nada menyindir Mikaya menjawab, “Serang saja. Engkau pasti berhasil karena TUHAN akan membuatmu menang.””1 Raja-raja 22:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So he came to the king. And the king said unto him, Micaiah, shall we go against Ramothgilead to battle, or shall we forbear? And he answered him, Go, and prosper: for the LORD shall deliver it into the hand of the king.”1 Raja-raja 22:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 22:15?
Awalnya Mikha menjawab dengan nada sarkastis, menirukan perkataan nabi-nabi palsu: 'Majulah dan beruntunglah.' Namun, raja menyadari bahwa jawaban itu tidak sungguh-sungguh, sehingga ia mendesak Mikha untuk mengatakan yang sebenarnya.
Latar belakang
Ucapan yang Mengejek
Ahab bertanya kepada Mikha apakah ia boleh pergi berperang. Mikha menjawab dengan nada sindiran, menirukan nabi-nabi palsu, karena Ahab sudah terbiasa mendengar jawaban yang menyenangkan.
Di mana
Samaria
Di depan pintu gerbang Samaria, tempat raja dan para nabi berkumpul
Kapan
sekitar 853 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Mikha
Nabi TUHAN yang penuh integritas
Kepada
Raja Ahab
Raja Israel yang keras kepala dan tidak mau mendengar kebenaran
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָלָה
alah · majulah
naik, maju, berangkat
צָלַח
tsalakh · beruntunglah
berhasil, maju, sukses
יָד
yad · tangan
tangan, kekuasaan
Kata 'tsalakh' bisa berarti sukses, tetapi dalam konteks ini terdengar kosong dan sinis. Ini menunjukkan bahwa mengucapkan berkat tanpa firman Allah sebenarnya tidak ada artinya.
Tahukah kamu
Ironi yang Halus
Ucapan Mikha 'Majulah dan beruntunglah' sebenarnya adalah ejekan halus, karena ia tahu Ahab tidak akan mendengar kebenaran yang sesungguhnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 22:15
Yesaya 30:10
menyukai perkataan manis
“Yang berkata kepada para pelihat: 'Janganlah melihat!' dan kepada para peramal: 'Janganlah meramalkan kepada kami perkara-perkara yang benar, tetapi katakanlah kepada kami perkara-perkara yang manis.”
Amos 5:14
mencari yang baik
“Carilah yang baik, jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu seperti yang kamu katakan.”
2 Tawarikh 18:14
paralel historis
“Ketika ia sampai kepada raja, berkatalah raja kepadanya: 'Mikha, bolehkah kami pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau tidak?' Jawabnya: 'Majulah! Kamu akan beruntung! Sebab mereka akan diserahkan ke dalam tanganmu!'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 22:15
✕ Sering dikira
Mikha sungguh-sungguh bernubuat kemenangan bagi Ahab.
✓ Yang sebenarnya
Mikha berkata dengan sinis, karena Ahab sudah menolak kebenaran. Ia mengulangi ucapan nabi-nabi palsu untuk menunjukkan kebodohan mereka.
✕ Sering dikira
Mikha takut pada raja sehingga mengubah nubuatnya.
✓ Yang sebenarnya
Mikha justru berani menyampaikan kebenaran, meskipun ia tahu akan dibenci raja.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 22:15
Terkadang kita tergoda untuk memberikan jawaban yang diharapkan, bukan yang benar. Namun, Allah menghargai kejujuran dan kebenaran, bukan basa-basi yang menyesatkan.
Tuhan, jauhkan aku dari kepura-puraan. Beri aku keberanian untuk selalu berkata benar, meskipun kebenaran itu tidak enak didengar. Amin.