Gelora Maut Mengelilingi

2 Samuel 22:5

Nyanyian Pembebasan Daud

Sesungguhnya gelora-gelora maut melingkupi aku, dan arus-arus kejahatan meliputiku.

2 Samuel 22:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 22:5?

Daud menggambarkan bahaya maut yang mengelilinginya seperti gelora dan arus yang deras. Ini adalah metafora untuk ancaman kematian yang nyata dan mengerikan yang dia hadapi, tetapi imannya tetap kepada Tuhan.

Latar belakang

Bahaya yang Mengancam

Daud melukiskan bahaya yang ia hadapi sebagai gelora dan arus yang menenggelamkan. Ini adalah metafora untuk musuh yang kuat dan situasi yang tidak terkendali.

Di mana

Yerusalem

Refleksi pribadi di tempat tenang

Kapan

~1000 SM

Akhir pemerintahan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembebasan dari Saul
Kematian Daud dan naiknya Salomo
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, mantan gembala, penulis banyak mazmur

T

Kepada

TUHAN (YHWH)

Allah Israel, yang disembah dan dipuji Daud

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מִשְׁבָּר

mishbar · gelora

ombak atau gelombang yang memecah

מָוֶת

mavet · maut

kematian, akhir hidup

נַחַל

nachal · arus

sungai atau aliran air yang deras

Perpaduan 'gelora' dan 'arus' menunjukkan bahwa bahaya datang dari segala arah, seperti badai dan banjir yang tidak bisa dihindari.

Tahukah kamu

Bahasa puitis

Ungkapan 'gelora maut' adalah gambaran yang hidup tentang ketakutan dan keputusasaan, sering dipakai dalam sastra Ibrani.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 22:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 22:5

✕  Sering dikira

Menganggap ini hanya literatur, bukan pengalaman nyata.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah puisi yang menggambarkan ancaman konkret, seperti kejaran Saul.

✕  Sering dikira

Berpikir 'arus kejahatan' berarti dosa pribadi Daud.

✓  Yang sebenarnya

Konteksnya adalah musuh luar, bukan dosa internal.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 22:5

Ketika kita menghadapi situasi yang sangat sulit dan mengancam, kita boleh jujur mengakui ketakutan kita kepada Tuhan. Namun, ingatlah bahwa Tuhan mampu menenangkan badai dalam hidup kita.

Tuhan, ketika aku dikelilingi oleh masalah dan ketakutan, peganglah tanganku dan bawa aku keluar dari gelora itu. Amin.