Tujuh Orang Digantung
2 Samuel 21:6
Daud Menebus Hutang Darah Gibeon
PerikopKeluarga Saul Dihukum · 2 Samuel 21:1-9 →“serahkanlah tujuh orang anaknya laki-laki untuk digantung di hadapan TUHAN di Gibeon Saul, yaitu orang-orang pilihan TUHAN.” Raja menjawab, “Aku akan menyerahkan mereka.””2 Samuel 21:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN." Lalu berkatalah raja: "Aku akan menyerahkan mereka."”2 Samuel 21:6 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab itu, serahkanlah tujuh orang dari keturunannya yang laki-laki, supaya kami gantung di hadapan TUHAN di Gibea, kota Raja Saul sendiri." Jawab raja, "Baiklah, mereka akan kuserahkan."”2 Samuel 21:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(21:5)”2 Samuel 21:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Let seven men of his sons be delivered unto us, and we will hang them up unto the LORD in Gibeah of Saul, whom the LORD did choose. And the king said, I will give them.”2 Samuel 21:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 21:6?
Orang Gibeon meminta tujuh putra Saul untuk digantung di hadapan Tuhan di Gibeon, sebagai hukuman atas pembunuhan yang dilakukan Saul terhadap mereka. Daud setuju untuk menyerahkan mereka.
Latar belakang
Menuntut Tujuh Nyawa
Orang Gibeon meminta tujuh orang keturunan laki-laki Saul untuk digantung di Gibeon, di hadapan TUHAN, karena Saul adalah orang pilihan TUHAN sehingga keadilan harus dilakukan di hadapan-Nya. Daud setuju untuk menyerahkan mereka.
Di mana
Gibea, Gibeon
Di istana Daud, setelah mendengar tuntutan
Kapan
~980 SM
Akhir pemerintahan Daud
Yang berbicara
Orang-orang Gibeon
Sisa bangsa Amori, penuntut keadilan
Kepada
Raja Daud
Raja Israel, bertanggung jawab atas keadilan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָתַן
natan · serahkanlah
memberikan atau menyerahkan ke tangan seseorang.
יָקַע
yaqa · gantung
menggantung pada tiang atau kayu, sebagai hukuman mati.
בָּחִיר
bachir · pilihan
yang dipilih, dipilih secara khusus oleh Tuhan.
Natan menunjukkan tindakan menyerahkan, yaqa adalah bentuk hukuman yang dipermalukan, dan bachir mengingatkan bahwa Saul adalah raja pilihan Tuhan—sehingga kesalahannya berdampak besar.
Tahukah kamu
Gibeon tempat kudus
Gibeon pernah menjadi tempat kemah suci dan mezbah korban bakaran pada zaman Salomo (1 Raja-raja 3:4). Jadi, penggantungan di sana memiliki dimensi religius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 21:6
Bilangan 25:4
hukuman publik
“Ambillah semua pemimpin bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN, di bawah terik matahari.”
Ulangan 21:23
larangan mayat tergantung
“janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman, tetapi haruslah menguburkannya pada hari itu juga.”
2 Samuel 21:3
permintaan penebusan
“Daud berkata, 'Apakah yang harus kulakukan dan bagaimanakah dapat kuadakan penebusan?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 21:6
✕ Sering dikira
Daud seharusnya tidak menuruti permintaan yang sadis ini.
✓ Yang sebenarnya
Daud mungkin keliru, tetapi konteks menunjukkan ia mencoba memulihkan hubungan dengan Gibeon dan menghentikan kelaparan.
✕ Sering dikira
Allah senang dengan pengorbanan manusia.
✓ Yang sebenarnya
Hukum Taurat melarang pengorbanan manusia (Imamat 18:21); di sini adalah eksekusi, bukan korban sembelihan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 21:6
Ada konsekuensi berat dari dosa, bahkan dosa orang lain bisa menimpa kita. Namun, Tuhan tetap setia mendengar doa umat-Nya setelah keadilan ditegakkan.
Tuhan, mampukan kami untuk menghadapi konsekuensi dosa dengan pertobatan, dan pulihkan negeri kami. Amin.