Tanah Kana
Ulangan 21:23
Hukum tentang Pembunuhan, Perang, dan Keluarga
PerikopPenjahat Dibunuh dan Digantung di Pohon · Ulangan 21:22-23 →“jangan biarkan mayatnya tergantung di pohon sepanjang malam. Kamu harus menguburnya pada hari yang sama. Karena siapa pun yang digantung dikutuk oleh Allah. Oleh sebab itu, kamu jangan menajiskan tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, sebagai milik pusakamu.”Ulangan 21:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."”Ulangan 21:23 · TB
Terjemahan Baru
“mayat itu tak boleh dibiarkan di situ sepanjang malam, tetapi harus dikubur pada hari itu juga. Mayat yang tergantung pada tiang mendatangkan kutuk Allah atas negeri. Jadi, kuburkanlah mayat itu supaya kamu tidak mencemarkan negeri yang diberikan TUHAN Allahmu kepadamu.”Ulangan 21:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“jangan biarkan mayatnya tergantung di sana sepanjang malam. Mayat itu harus dikubur pada hari itu juga, karena siapa pun yang dihukum gantung adalah orang yang dikutuk Allah. Jadi, jangan mencemarkan negeri yang TUHAN berikan kepada kalian sebagai hak milikmu turun temurun dengan melanggar peraturan ini.””Ulangan 21:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“His body shall not remain all night upon the tree, but thou shalt in any wise bury him that day; (for he that is hanged is accursed of God;) that thy land be not defiled, which the LORD thy God giveth thee for an inheritance.”Ulangan 21:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 21:23?
Mayat yang digantung tidak boleh dibiarkan semalaman, tetapi harus dikubur pada hari itu juga, karena orang yang digantung adalah kutukan Allah. Ini juga mencegah tanah menjadi najis. Allah mengajarkan cara memperlakukan orang yang dihukum mati dengan hormat dan menjaga kekudusan tanah.
Latar belakang
Kebersihan Tanah dari Kutuk
Ayat ini melanjutkan aturan tentang mayat yang digantung: jangan biarkan mayat itu bermalam, tetapi kuburlah pada hari yang sama. Alasannya, orang yang digantung dikutuk oleh Allah, dan mayat yang dibiarkan akan menajiskan tanah yang Allah berikan sebagai milik pusaka.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi sungai Yordan, sebelum masuk ke tanah perjanjian
Kapan
~1405 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pembawa hukum TUHAN
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Allah, sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נְבֵלָה
nevelah · mayat
Tubuh orang mati yang sudah tidak bernyawa, sering dianggap najis.
קָבַר
kavar · mengubur
Menanam jenazah ke dalam tanah, memberi penghormatan terakhir.
טָמֵא
tame · menajiskan
Membuat sesuatu menjadi kotor secara ritual, tidak layak untuk ibadah.
Ketiga kata ini menekankan bahwa kematian membawa kenajisan, dan penguburan yang tepat memulihkan kesucian tanah. Ini menunjukkan perhatian Allah pada kekudusan komunitas dan tempat tinggal-Nya.
Tahukah kamu
Simbolisme Penguburan Cepat
Penguburan yang cepat adalah kehormatan bagi yang mati dan menjaga kekudusan tanah, karena tanah Kanaan dianggap tempat tinggal Allah di tengah umat-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 21:23
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 21:23
✕ Sering dikira
Berpikir ayah ini mengajarkan bahwa semua orang yang digantung pasti dikutuk secara pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Kutuk terutama berkaitan dengan perbuatan yang menyebabkan hukuman, bukan status kekal.
✕ Sering dikira
Mengira larangan bermalam hanya soal kebersihan fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ini lebih kepada ritual dan teologis: mencegah tanah dinajiskan oleh mayat.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 21:23
Sekalipun seseorang berdosa berat, kita tidak boleh mempermalukan mayatnya. Tuhan mengajarkan belas kasihan dan menjaga kekudusan komunitas. Kita harus selalu ingat bahwa kita semua berdosa dan butuh anugerah.
Ya Bapa, ajar kami untuk berlaku adil namun tetap penuh belas kasihan, dan menjaga kekudusan di tengah-tengah lingkungan kami. Amin.