2 Samuel 2:23
“Asael menolak berhenti. Lalu, Abner menusuk perutnya dari belakang dengan tombaknya sehingga tombak itu menembus di belakangnya. Dia rebah dan mati di tempat itu. Semua orang yang datang ke tempat Asael rebah dan mati berhenti di sana.”2 Samuel 2:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Asael menolak berhenti. Lalu Abner menusuk ke belakang ke perut Asael dengan tombaknya, sehingga tombak itu menembus belakangnya; dan rebahlah ia di sana dan mati di tempat itu juga. Semua orang yang datang ke tempat Asael rebah dan mati itu, berhenti di sana.”2 Samuel 2:23 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Asael tetap tidak mau berhenti, Abner menombak ke belakang, dan kenalah perut Asael sampai tombak itu tembus ke punggungnya. Asael rebah dan tewas di tempat itu juga. Semua orang yang datang ke tempat ia tergeletak itu, berhenti di situ.”2 Samuel 2:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, Asael tetap menolak untuk berhenti. Maka ketika Asael mendekati Abner dari belakang, Abner menusukkan pangkal tombaknya ke belakang mengenai perut Asael sehingga menembus punggungnya. Lalu jatuhlah Asael dan mati di tempat itu juga. Semua tentara Daud yang melihat Asael terbunuh berhenti mengejar musuh untuk menengok mayatnya.”2 Samuel 2:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Howbeit he refused to turn aside: wherefore Abner with the hinder end of the spear smote him under the fifth rib, that the spear came out behind him; and he fell down there, and died in the same place: and it came to pass, that as many as came to the place where Asahel fell down and died stood still.”2 Samuel 2:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 2:23?
Asael menolak berhenti, akhirnya Abner menusuknya dengan tombak dari belakang sehingga mati. Ini menunjukkan kematian yang tidak perlu akibat kekeraskepalaan Asael dan konsekuensi dari perang saudara.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 2:23
Kekerasan dan perpecahan hanya membawa kehancuran. Kadang kita harus mengalah demi kebaikan bersama, daripada memaksakan keinginan sendiri yang bisa merugikan banyak orang.
Tuhan, jauhkan aku dari sikap keras kepala yang membawa celaka, dan tanamkan dalam diriku semangat perdamaian, Amin.