2 Samuel 19:35
“Aku telah berumur 80 tahun. Apakah saat ini aku masih mengetahui antara yang baik dengan yang buruk? Atau, apakah hambamu ini dapat merasakan apa yang kumakan dan apa yang kuminum? Atau, masihkah aku mendengar suara penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan? Mengapa hambamu ini masih menjadi beban bagi Tuanku Raja?”2 Samuel 19:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sekarang ini aku telah berumur delapan puluh tahun; masakan aku masih dapat membedakan antara yang baik dan yang tidak baik? Atau masih dapatkah hambamu ini merasai apa yang hamba makan atau apa yang hamba minum? Atau masih dapatkah aku mendengarkan suara penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan? Apa gunanya hambamu ini lagi menjadi beban bagi tuanku raja?”2 Samuel 19:35 · TB
Terjemahan Baru
“Umur hamba sudah delapan puluh tahun, dan tak ada lagi yang dapat memberi kesenangan kepada hamba. Hamba tidak dapat lagi menikmati apa yang hamba makan atau hamba minum, dan tidak dapat lagi mendengar suara orang bernyanyi. Hamba hanya akan menjadi beban bagi Baginda.”2 Samuel 19:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Umur hamba sudah delapan puluh tahun. Saya tidak lagi bisa menikmati apa pun. Lidah saya sudah tidak dapat merasakan makanan atau minuman enak. Telinga saya sudah tidak bisa mendengarkan suara orang yang bernyanyi, baik laki-laki maupun perempuan. Kalau hambamu ikut ke sana, hamba hanya akan menjadi beban bagi Tuanku Raja.”2 Samuel 19:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I am this day fourscore years old: and can I discern between good and evil? can thy servant taste what I eat or what I drink? can I hear any more the voice of singing men and singing women? wherefore then should thy servant be yet a burden unto my lord the king?”2 Samuel 19:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 19:35?
Barzilai menjelaskan bahwa di usianya yang 80 tahun, dia sudah tidak bisa menikmati makanan atau mendengar nyanyian dengan baik. Dia tidak mau menjadi beban bagi raja di Yerusalem.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 19:35
Mengakui keterbatasan diri dan tidak ingin menyusahkan orang lain adalah sikap yang rendah hati dan realistis.
Bapa, berikan aku kerendahan hati untuk mengakui keterbatasanku dan tidak menyusahkan orang lain. Amin.