Tuduhan Kematian Saul

2 Samuel 16:8

Daud Dikhianati dan Dikutuk

TUHAN telah membalaskan kepadamu semua darah keluarga Saul, yang telah kamu gantikan sebagai raja. TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada Absalom, anakmu. Sesungguhnya, kamu malang karena kamu seorang penumpah darah.”

2 Samuel 16:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 16:8?

Simei menuduh Daud bahwa Tuhan sedang membalasnya atas darah keluarga Saul dan bahwa Tuhan telah memberikan kerajaan kepada Absalom. Ini adalah tuduhan yang tidak adil dan tidak benar, karena Daud tidak mengambil kerajaan dengan cara yang salah, tetapi Simei melihatnya sebagai pembalasan ilahi.

Latar belakang

Tuduhan Simei kepada Daud

Simei menuduh Daud bertanggung jawab atas kematian Saul, dan mengatakan Tuhan membalas Daud dengan mengambil kerajaan darinya dan memberikannya kepada Absalom.

Di mana

Bahurim

Di lereng gunung, Daud berjalan

Kapan

~980 SM

Pemberontakan Absalom

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud melarikan diri
Absalom masuk Yerusalem
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Simei

Kerabat Saul, pendendam, ~60 tahun

D

Kepada

Daud

Raja Israel, diasingkan, ~60 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הֵשִׁיב

heshiv · membalaskan

mengembalikan, membalas

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel

נָתַן

natan · menyerahkan

memberi, menyerahkan

Simei mengklaim YHWH sendiri yang menghukum Daud, tapi Daud tahu itu belum tentu—ia menunggu keputusan Tuhan.

Tahukah kamu

Darah Keluarga

Frasa 'membalaskan darah' menunjukkan kepercayaan kuno bahwa darah yang tertumpah harus dibalas.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 16:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 16:8

✕  Sering dikira

Daud menyebabkan kematian Saul.

✓  Yang sebenarnya

Saul bunuh diri, Daud tidak terlibat.

✕  Sering dikira

Tuhan pasti menghukum Daud.

✓  Yang sebenarnya

Absalom adalah konsekuensi, tapi Daud tetap diurapi.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 16:8

Orang lain mungkin salah memahami maksud dan perbuatan kita, bahkan menganggap kita dihukum Tuhan. Namun, kita tidak perlu membela diri secara berlebihan; kita bisa menyerahkan perkara kita kepada Tuhan yang Mahatahu.

Bapa, ketika ada yang salah menilai aku, berikan aku ketenangan untuk tidak membalas dan percaya bahwa Engkau akan membereskan segala sesuatu pada waktunya. Amin.