Daud Menolak Menyentuh Yang Diurapi
1 Samuel 26:9
Daud Mengampuni Saul untuk Kedua Kalinya
PerikopDaud dan Abisai Memasuki Pertendaan Saul · 1 Samuel 26:1-12 →“Namun, Daud menjawab Abisai, “Jangan membinasakan, sebab siapakah yang dapat mengulurkan tangannya kepada orang yang diurapi TUHAN dan bebas dari kesalahan?””1 Samuel 26:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"”1 Samuel 26:9 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Daud berkata, "Jangan kauapa-apakan dia! TUHAN pasti menghukum orang yang berbuat jahat kepada raja yang dipilih-Nya.”1 Samuel 26:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Daud menjawab, “Jangan bunuh dia! Karena setiap orang yang membunuh raja yang dipilih TUHAN pasti akan dihukum.””1 Samuel 26:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And David said to Abishai, Destroy him not: for who can stretch forth his hand against the LORD’s anointed, and be guiltless?”1 Samuel 26:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 26:9?
Daud menolak rencana Abisai dengan tegas. Ia berkata, 'Jangan membinasakan dia!' Alasannya, Saul adalah orang yang diurapi TUHAN, dan Daud tidak mau mengulurkan tangan kepada orang yang diurapi Tuhan. Ini menunjukkan rasa hormat Daud kepada otoritas yang Tuhan tetapkan, sekalipun otoritas itu salah.
Latar belakang
Daud memperingatkan Abisai untuk tidak membunuh raja
Daud menegur Abisai dengan tegas: 'Jangan membinasakan!' Ia menyadari bahwa Saul adalah orang yang diurapi TUHAN, sehingga mengulurkan tangan terhadapnya adalah dosa yang serius. Daud memilih untuk percaya pada waktu Tuhan.
Di mana
Bukit Hakhila, Padang Gurun Zif
Di samping Saul yang tidur · malam hari
Kapan
~1017 SM
Masa pemerintahan Saul
Yang berbicara
Daud
Gembala yang menjadi pahlawan, ~28 tahun
Kepada
Abisai
Keponakan Daud, panglima perang, ~35 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁחַת
shachat · membinasakan
Merusak, menghancurkan, atau memusnahkan.
שָׁלַח
shalach · mengulurkan
Mengirim atau menjangkau ke arah sesuatu.
מָשִׁיחַ
mashiach · diurapi
Yang diurapi, dipilih dan dikuduskan oleh Tuhan.
Daud menggunakan kata 'membinasakan' (shachat) dan 'mengulurkan' (shalach) untuk menunjukkan bahwa tindakan fisik menyentuh orang yang diurapi (mashiach) adalah kejahatan. Ia tidak hanya tidak mau membunuh, tetapi bahkan tidak mau mengulurkan tangan—ini berakar pada rasa takut akan Tuhan.
Tahukah kamu
Mengurapi berarti mengkhususkan
Orang yang diurapi dengan minyak kudus dianggap dipisahkan untuk tugas khusus. Dalam Perjanjian Lama, raja, imam, dan nabi diurapi. Daud sendiri pernah diurapi oleh Samuel (1 Samuel 16:13), jadi ia sangat menghormati proses itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 26:9
Keluaran 22:28
Hormati pemimpin
“Janganlah engkau mengutuk Allah dan janganlah engkau menyumpah seorang pemimpin bangsamu.”
1 Samuel 24:6
Ucapan serupa
“Ia berkata kepada orang-orangnya: 'Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN.'”
Roma 13:1
Hormati kuasa
“Setiap orang harus tunduk kepada pemerintah yang berkuasa, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 26:9
✕ Sering dikira
Menganggap Daud takut karena Saul adalah raja yang sah.
✓ Yang sebenarnya
Daud tidak takut pada Saul, tetapi ia menghormati posisi yang Tuhan berikan dan menyerahkan pembalasan kepada Tuhan.
✕ Sering dikira
Mengira larangan ini berlaku untuk semua pemimpin, bahkan yang jahat.
✓ Yang sebenarnya
Daud mengakui Saul diurapi Tuhan, tetapi bukan berarti kita harus tunduk pada pemimpin jahat tanpa batas; Daud tetap melarikan diri dan menolak menjadi alat Tuhan untuk membunuh.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 26:9
Prinsip Daud ini relevan: kita harus menghormati posisi atau jabatan yang Tuhan tetapkan, meskipun orangnya mungkin tidak sempurna. Ini bukan berarti kita tidak boleh menegur, tetapi kita harus melakukannya dengan cara yang hormat dan tidak main hakim sendiri.
Tuhan, ajari aku untuk menghormati mereka yang Engkau tempatkan dalam otoritas, bahkan ketika mereka tidak sempurna, dan berikan aku hati yang takut akan Engkau dalam setiap tindakanku. Amin.