Kutukan Simei di Lereng Gunung

2 Samuel 16:7

Daud Dikhianati dan Dikutuk

PerikopSimei Mengutuki Daud · 2 Samuel 16:5-19 →
“Inilah perkataan Simei ketika dia mengutuk, “Pergilah! Pergilah kamu penumpah darah, orang tidak berguna!”

2 Samuel 16:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 16:7?

Simei mengutuk Daud dengan kata-kata yang sangat kasar, menyebutnya penumpah darah dan orang tidak berguna. Ini adalah puncak penghinaan terhadap raja, tetapi juga mencerminkan bagaimana Daud dipandang oleh sebagian orang setelah peristiwa pembunuhan dan kekacauan dalam keluarganya.

Latar belakang

Simei Mengutuk Daud

Simei, dari keluarga Saul, mengutuk Daud sebagai penumpah darah, menuduhnya bertanggung jawab atas kematian keluarga Saul. Dia meminta Daud pergi, menyebutnya orang tidak berguna.

Di mana

Bahurim

Di lereng gunung, saat Daud berjalan

Kapan

~980 SM

Pemberontakan Absalom

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud melarikan diri
Absalom masuk Yerusalem
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Simei

Kerabat Saul, pendendam, ~60 tahun

D

Kepada

Daud

Raja Israel, diasingkan, ~60 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אִישׁ הַדָּמִים

ish hadamim · penumpah

harfiah 'orang darah', artinya pembunuh

בְּלִיַּעַל

beliyya'al · tidak berguna

tanpa nilai, jahat, hina

לֵךְ

lekh · pergilah

imperatif 'pergi', penolakan

Simei menuduh Daud sebagai 'orang darah' dan 'belial'—istilah kuat yang menolak nilainya, padahal Daud diurapi Allah.

Tahukah kamu

Batu dan Debu

Simei melempari Daud dengan batu dan debu, sebuah penghinaan ekstrem di Timur Tengah kuno.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 16:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 16:7

✕  Sering dikira

Simei benar, Daud memang penumpah darah.

✓  Yang sebenarnya

Daud tidak membunuh Saul; tuduhan itu fitnah.

✕  Sering dikira

Daud seharusnya membalas Simei.

✓  Yang sebenarnya

Daud memilih merendahkan diri, menyerahkan pada Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 16:7

Kita mungkin juga menerima kritik atau hinaan yang sangat menyakitkan. Namun, alih-alih langsung membalas, kita bisa belajar menahan diri dan menyerahkan penilaian kepada Tuhan, yang tahu kebenaran yang sesungguhnya.

Tuhan, saat aku dihina atau dikutuk orang, tolong aku untuk tetap tenang dan percaya bahwa Engkau melihat hatiku yang sebenarnya. Amin.