Abisai Marah Mendengar Kutukan

2 Samuel 16:9

Daud Dikhianati dan Dikutuk

PerikopSimei Mengutuki Daud · 2 Samuel 16:5-19 →
“Abisai, anak Zeruya, berkata kepada raja, “Mengapa anjing mati ini harus mengutuki Tuanku Raja? Izinkanlah aku menyingkirkannya dengan memenggal kepalanya.””

2 Samuel 16:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 16:9?

Abisai, salah satu panglima Daud, sangat marah mendengar Simei mengutuk raja. Ia meminta izin untuk memenggal kepala Simei, menganggapnya sebagai anjing mati yang tidak layak hidup. Ini menunjukkan reaksi emosional yang wajar dari seorang prajurit yang setia.

Latar belakang

Abisai Ingin Membunuh Simei

Abisai, panglima yang setia, menawarkan untuk memenggal kepala Simei karena berani mengutuki raja, tetapi Daud menolak.

Di mana

Bahurim

Di jalan, saat Daud berjalan

Kapan

~980 SM

Pemberontakan Absalom

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud melarikan diri
Daud tiba di Mahanaim
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Abisai

Panglima Daud, saudara Yoab, ~40 tahun

D

Kepada

Daud

Raja Israel, diasingkan, ~60 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כֶּלֶב מֵת

kelev met · anjing mati

bangkai anjing, simbol kehinaan

סוּר

sur · menyingkirkan

memindahkan, menjauhkan

כָּרַת

karat · memenggal

memotong, menebas

Abisai melihat Simei sebagai 'bangkei anjing' yang layak dipotong, tapi Daud melihat tangan Tuhan di balik kutukan itu.

Tahukah kamu

Anjing Mati

Menyebut seseorang 'anjing mati' adalah penghinaan terburuk, karena bangkai dianggap najis.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 16:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 16:9

✕  Sering dikira

Daud tidak peduli pada penghinaan.

✓  Yang sebenarnya

Daud tersakiti, tapi ia memilih merendah.

✕  Sering dikira

Abisai benar ingin membalas.

✓  Yang sebenarnya

Daud mengajarkan kesabaran dan menyerahkan pembalasan kepada Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 16:9

Saat melihat orang yang kita kasihi diperlakukan tidak adil, kita mungkin ingin membela mereka dengan cara yang kasar. Namun, penting untuk menahan amarah dan mencari cara yang bijak dalam menyelesaikan masalah, bukan dengan kekerasan.

Ya Tuhan, kendalikan amarahku ketika aku melihat ketidakadilan, dan berikan aku hikmat untuk bertindak dengan kasih, bukan dengan kebencian. Amin.