2 Samuel 15:19
“Raja bertanya kepada Itai, orang Gat itu, “Mengapa kamu juga berjalan bersama kami? Pulanglah dan tinggallah bersama raja, sebab kamu orang asing, bahkan kamu juga orang buangan dari tempat asalmu.”2 Samuel 15:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu bertanyalah raja kepada Itai, orang Gat itu: "Mengapa pula engkau berjalan beserta kami? Pulanglah dan tinggallah bersama-sama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu.”2 Samuel 15:19 · TB
Terjemahan Baru
“Melihat itu raja berkata kepada Itai pemimpin keenam ratus orang prajurit itu, "Mengapa engkau ikut juga dengan kami? Lebih baik engkau kembali dan tinggal bersama dengan raja yang baru. Bukankah engkau orang asing, pengungsi yang jauh dari negerimu sendiri?”2 Samuel 15:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Komandan mereka adalah Itai. Berkatalah Daud kepadanya, “Kalian pendatang di Israel, dan belum lama pindah dari negeri asal kalian. Sebaiknya kalian jangan ikut dengan kami. Kembalilah dan tinggallah dalam pimpinan raja yang baru. Saya tidak ingin menyusahkan kalian dengan mengembara bersama kami, karena saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana. Kembalilah ke kota bersama pasukanmu. Kiranya TUHAN selalu menyertai serta menyatakan kasih dan kesetiaan-Nya kepada kalian!””2 Samuel 15:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said the king to Ittai the Gittite, Wherefore goest thou also with us? return to thy place, and abide with the king: for thou art a stranger, and also an exile.”2 Samuel 15:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 15:19?
Raja Daud bertanya kepada Itai, orang Gat, mengapa dia ikut serta. Daud menyadari bahwa Itai adalah orang asing dan buangan, jadi dia menyarankan Itai untuk kembali dan tinggal bersama raja yang baru, yaitu Absalom, karena Itai tidak perlu ikut menderita bersamanya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 15:19
Dalam pelayanan atau persahabatan, kita perlu menghargai komitmen orang lain dan tidak egois memanfaatkan mereka. Terkadang kita perlu melepaskan orang yang tidak seharusnya ikut menanggung beban kita. Sebaliknya, saat kita berkomitmen, kita melakukannya dengan rela.
Tuhan, ajari aku untuk menghargai kesetiaan orang lain dan tidak egois dalam meminta pengorbanan mereka. Amin.