Pasukan dibagi tiga jenderal

2 Samuel 18:2

Daud membagi pasukan

Kemudian, Daud melepas tentaranya, sepertiga di bawah perintah Yoab, sepertiga di bawah perintah Abisai, anak Zeruya, adik Yoab, dan sepertiga lagi di bawah perintah Itai, orang Gat. Raja berkata kepada rakyat, “Aku juga akan maju berperang bersamamu.”

2 Samuel 18:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 18:2?

Daud membagi pasukannya menjadi tiga bagian di bawah komando Yoab, Abisai, dan Itai. Ia juga berniat maju berperang bersama mereka, menunjukkan keberanian dan solidaritas sebagai pemimpin, meskipun usianya sudah lanjut.

Latar belakang

Daud membagi pasukan dan menawarkan diri ikut

Daud menempatkan sepertiga pasukan di bawah Yoab, Abisai, dan Itai, lalu berkata ia akan maju bersama. Ini menunjukkan keberanian dan kedekatannya dengan prajurit.

Di mana

Hebron

Luar kota, saat pasukan bersiap berangkat

Kapan

~980 SM

Pemberontakan Absalom

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud memeriksa pasukan
Prajurit menolak Daud maju perang
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Narator yang mencatat ucapan Daud dan para prajurit.

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang-orang yang membaca kisah ini.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁלַח

shalach · melepas

mengirim atau mengutus pergi

יָד

yad · perintah

tangan, kekuasaan

יָצָא

yatsa · maju

keluar, pergi berperang

Kata shalach dan yatsa menekankan keberanian Daud dan kesiapannya untuk memimpin langsung.

Tahukah kamu

Itai orang Gat

Itai adalah orang Filistin yang setia kepada Daud, menunjukkan loyalitas lintas bangsa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 18:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 18:2

✕  Sering dikira

Mengira Daud memilih pasukan berdasarkan nepotisme.

✓  Yang sebenarnya

Yoab dan Abisai adalah keponakannya yang berpengalaman.

✕  Sering dikira

Berpikir Daud tidak mampu memimpin perang sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Daud adalah prajurit ulung, tetapi prajurit melarangnya.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 18:2

Sebagai pemimpin, kita perlu melibatkan diri dan tidak hanya menyuruh orang lain. Namun, kita juga harus mendengarkan masukan dari tim dan siap untuk tidak selalu memaksakan kehendak demi kebaikan bersama.

Ya Tuhan, berikan aku keberanian untuk terlibat dan juga kerendahan hati untuk menerima nasihat, agar aku dapat melayani dengan baik. Amin.