Menggambarkan Raja sebagai Malaikat Allah
2 Samuel 14:17
Strategi Yoab Membawa Absalom Pulang
“Hambamu ini juga berpikir, ‘Kiranya perkataan Tuanku Raja akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah Tuanku Raja dapat membeda-bedakan yang baik dan jahat. Kiranya Tuhan Allah menyertaimu.’””2 Samuel 14:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Juga hambamu ini berpikir: perkataan tuanku raja tentulah akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah tuanku raja, yang dapat membeda-bedakan apa yang baik dan jahat. Dan TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai tuanku."”2 Samuel 14:17 · TB
Terjemahan Baru
“Hamba yakin bahwa janji Tuanku itu akan menjamin keselamatan hamba sebab Tuanku adalah seperti malaikat Allah, yang dapat membedakan apa yang baik dan apa yang jahat. Semoga TUHAN Allah Tuanku menyertai Tuanku!"”2 Samuel 14:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi sekarang hati saya merasa tenang karena saya yakin bahwa keputusan Tuan akan memberkati saya dan seluruh umat Allah. Tuan berhikmat seperti malaikat, karena selalu tahu membedakan antara hal yang baik dan yang jahat. Kiranya TUHAN Allah senantiasa menyertai Tuan!””2 Samuel 14:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then thine handmaid said, The word of my lord the king shall now be comfortable: for as an angel of God, so is my lord the king to discern good and bad: therefore the LORD thy God will be with thee.”2 Samuel 14:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 14:17?
Perempuan itu memuji raja yang dapat membedakan yang baik dan jahat seperti malaikat Allah, dan berharap firman raja memberi kelegaan. Ini adalah sanjungan yang halus untuk membujuk Daud agar bertindak dengan bijaksana.
Latar belakang
Memuji Hikmat Raja
Perempuan Tekoa menyanjung raja, mengibaratkan dia seperti malaikat Allah yang mampu membedakan yang baik dan jahat. Ia berharap raja akan menenangkan hatinya dan menyelesaikan masalahnya dengan adil.
Di mana
Yerusalem
Di istana raja
Kapan
~980 SM
Kerajaan Bersatu Israel
Yang berbicara
Perempuan Tekoa
Janda bijaksana yang diupah Yoab untuk menyampaikan pesan terselubung kepada raja
Kepada
Raja Daud
Raja Israel yang sedang berkonflik dengan putranya, Absalom
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מְנוּחָה
menuchah · menenangkan
memberi ketenangan, tempat perhentian
בִּין
bin · membedakan
memahami, memisahkan dengan cerdas
מַלְאָךְ
mal'ak · malaikat
utusan, duta yang mewakili Allah
Perpaduan kata 'menenangkan', 'membedakan', dan 'malaikat' menunjukkan bahwa hikmat sejati dari seorang pemimpin bukan hanya untuk memutuskan dengan cerdas, tetapi juga untuk membawa damai, seperti malaikat yang menyampaikan damai dari Allah.
Tahukah kamu
Malaikat sebagai Utusan
Dalam Alkitab, malaikat sering digambarkan sebagai utusan Allah yang membawa pesan dan hikmat, bukan sekadar makhluk bersayap. Membandingkan raja dengan malaikat menekankan otoritas ilahi dalam keputusannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 14:17
1 Raja-raja 3:9
Membedakan yang baik dan jahat
“Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.”
2 Samuel 19:27
Raja seperti malaikat
“Sebab hambamu ini tahu bahwa aku telah berbuat salah; namun tuanku raja seperti malaikat Allah, sebab itu buatlah apa yang baik menurut pandanganmu.”
Yesaya 11:2
Roh hikmat pada pemimpin
“Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 14:17
✕ Sering dikira
Perempuan itu menganggap Daud benar-benar malaikat atau makhluk sempurna.
✓ Yang sebenarnya
Perempuan itu menggunakan hiperbola untuk menyanjung Daud demi tujuan retoris, bukan menyatakan Daud sempurna manusia.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya pujian kosong tanpa makna teologis.
✓ Yang sebenarnya
Inilah cara perempuan itu mengingatkan Daud akan tanggung jawabnya sebagai wakil Allah untuk berlaku adil.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 14:17
Kata-kata yang baik dan bijak dapat membawa ketenangan dan penyelesaian. Mari kita gunakan perkataan kita untuk menenangkan dan membangun orang lain, bukan menyakiti.
Tuhan, jadikan perkataanku sebagai berkat yang memberikan kelegaan bagi yang mendengarnya. Amin.