2 Samuel 11:21
“Siapakah yang menewaskan Abimelekh anak Yerubeset? Bukankah seorang perempuan melemparkan kepadanya sebuah batu kilangan dari atas tembok sehingga dia mati di Tebes? Mengapa kamu mendekat ke tembok itu?’ kamu harus menjawab, ‘Bahkan, hambamu, Uria, orang Het itu, sudah mati.’””2 Samuel 11:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Siapakah yang menewaskan Abimelekh bin Yerubeset? Bukankah seorang perempuan menimpakan batu kilangan kepadanya dari atas tembok, sehingga ia mati di Tebes? Mengapa kamu demikian dekat ke tembok itu? --maka haruslah engkau berkata: Juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati."”2 Samuel 11:21 · TB
Terjemahan Baru
“Sudah lupakah kamu bagaimana Abimelekh anak Gideon itu terbunuh di Tebes? Bukankah dia mati karena seorang wanita melemparkan batu gilingan tepung dari atas tembok kepadanya? Jadi, mengapa kamu begitu dekat dengan tembok itu?' Jika Baginda bertanya begitu, katakanlah kepadanya, 'Uria perwira Baginda, juga gugur!'"”2 Samuel 11:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apakah kalian sudah lupa tentang Abimelek anak Gideon yang tewas di Tebes? Bukankah dia mati karena seorang perempuan dari atas menara menjatuhkan batu kilangan bagian atas di kepalanya dan meremukkan tengkoraknya?’ Nah, kalau Raja bertanya begitu, katakanlah kepadanya, ‘Salah satu yang mati adalah Uria, orang Het itu.’””2 Samuel 11:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Who smote Abimelech the son of Jerubbesheth? did not a woman cast a piece of a millstone upon him from the wall, that he died in Thebez? why went ye nigh the wall? then say thou, Thy servant Uriah the Hittite is dead also.”2 Samuel 11:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 11:21?
Yoab mengingatkan contoh Abimelekh yang mati karena dilempar batu kilangan oleh seorang perempuan dari atas tembok, sebagai alasan mengapa orang Israel seharusnya tidak mendekati tembok kota yang dijaga.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 11:21
Kita harus belajar dari sejarah dan pengalaman orang lain agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan meremehkan bahaya yang tampaknya kecil.
Tuhan, ajarilah aku untuk mengambil pelajaran dari masa lalu dan bertindak dengan hati-hati. Amin.