Amalek Mengaku Asalnya

2 Samuel 1:8

Daud Meratapi Saul dan Yonatan

PerikopDaud Menerima Kabar Kematian Saul · 2 Samuel 1:1-12 →
“Dia bertanya, ‘Siapakah kamu?’ Jawabku kepadanya, ‘Aku ini seorang Amalek.’”

2 Samuel 1:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 1:8?

Saul bertanya tentang identitas orang tersebut, dan dia mengaku sebagai orang Amalek. Ini menarik karena orang Amalek adalah musuh Israel, namun dia berada di dekat Saul.

Latar belakang

Pertanyaan Saul

Pemuda Amalek menceritakan bahwa Saul bertanya siapa dirinya, dan ia menjawab bahwa ia seorang Amalek. Ini menjadi pengakuan identitas yang penting.

Di mana

Pegunungan Gilboa

di medan pertempuran

Kapan

~1010 SM

Periode Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian Saul
Daud jadi raja
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Saul (dalam kesaksian)

raja Israel yang terluka parah

P

Kepada

Pemuda Amalek

pembawa kabar yang mengaku

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֲמָלֵקִי

Amaleki · Amalek

orang dari bangsa Amalek

וַיֹּאמֶר

wayyomer · bertanya

berkata atau bertanya

מָה

mah · siapakah

apa atau siapa

Kata 'Amalek' mengingatkan pada kutukan Tuhan atas bangsa itu, sehingga pengakuan ini seharusnya membuat Daud curiga, tetapi ia belum bereaksi.

Tahukah kamu

Amalek dalam Alkitab

Amalek adalah keturunan Esau, dan bangsa ini sering menjadi lawan Israel. Nama 'Amalek' bisa berarti 'pemakan' atau 'penjilat darah'.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 1:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 1:8

✕  Sering dikira

Menganggap Saul tidak mengenali Amalek sebagai musuh, padahal ia pasti tahu.

✓  Yang sebenarnya

Saul mungkin terlalu lemah atau putus asa sehingga meminta tolong kepada siapa pun.

✕  Sering dikira

Mengira pemuda itu memang benar seorang Amalek, padahal ia bisa saja berbohong untuk mencari muka.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab mencatat pengakuannya, tetapi motifnya dipertanyakan karena ia mengharapkan hadiah.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 1:8

Terkadang Tuhan menempatkan kita di dekat orang yang tidak kita duga. Jangan menghakimi, tapi gunakan kesempatan untuk menjadi berkat.

Tuhan, buka mataku untuk melihat kesempatan melayani bahkan di tempat yang tidak kuduga. Amin.