Permintaan Saul

2 Samuel 1:9

Daud Meratapi Saul dan Yonatan

PerikopDaud Menerima Kabar Kematian Saul · 2 Samuel 1:1-12 →
“Lalu, dia berkata, ‘Datanglah kemari dan bunuhlah aku. Sebab, kesakitan telah menimpaku, tetapi aku masih bernyawa.’”

2 Samuel 1:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 1:9?

Saul meminta orang Amalek untuk membunuhnya karena takut disiksa oleh musuh. Ini menunjukkan keputusasaan dan keinginan untuk mati dengan cepat.

Latar belakang

Panggilan Terakhir

Saul meminta pemuda itu untuk datang dan membunuhnya, karena ia kesakitan tetapi masih hidup. Ini menunjukkan keputusasaan Saul di akhir hidupnya.

Di mana

Pegunungan Gilboa

di medan pertempuran

Kapan

~1010 SM

Periode Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian Saul
Daud jadi raja
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Saul (dalam kesaksian)

raja Israel yang terluka parah

P

Kepada

Pemuda Amalek

pembawa kabar yang mengaku

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֲמֹד

amod · datanglah

berdiri atau berhenti

מֹתֵת

motet · bunuhlah

mematikan atau membunuh

שֶׁבֶץ

shevets · kesakitan

kram atau kejang yang menyakitkan

Kata 'kesakitan' dalam bahasa Ibrani bisa berarti kejang, bukan sekadar luka. Ini menunjukkan Saul sangat menderita, sehingga ia meminta mati.

Tahukah kamu

Tombak Saul

Saul bersandar pada tombaknya, yang biasanya adalah senjata, tetapi di sini menjadi simbol kematian yang akan segera terjadi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 1:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 1:9

✕  Sering dikira

Menganggap Saul meminta bunuh diri dengan sengaja, padahal ia meminta orang lain melakukannya.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah permintaan mati, bukan bunuh diri langsung, dan pemuda itu menurut.

✕  Sering dikira

Mengira Saul tahu pemuda itu orang Amalek, padahal ia baru saja bertanya.

✓  Yang sebenarnya

Setelah dijawab, Saul tetap meminta dibunuh, menunjukkan keputusasaannya melampaui permusuhan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 1:9

Ketika kita putus asa, jangan bertindak gegabah. Carilah pertolongan Tuhan dan orang-orang yang dapat mendukung kita.

Tuhan, dalam keputusasaanku, ingatkan aku bahwa Engkau adalah sumber harapan. Amin.