Perintah pemusnahan total
1 Samuel 15:3
Ketaatan Lebih Baik daripada Kurban
“Sekarang pergilah, kalahkan orang Amalek, dan musnahkan semua yang ada padanya. Jangan merasa kasihan kepadanya, tetapi bunuhlah laki-laki dan perempuan, anak-anak dan bayi-bayi yang menyusu, sapi dan domba, unta dan keledai.’””1 Samuel 15:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."”1 Samuel 15:3 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, pergilah dan seranglah orang Amalek dan hancurkanlah segala milik mereka. Janganlah tinggalkan sesuatu apa pun; bunuhlah semua orang laki-laki, wanita, anak-anak dan bayi; juga sapi, domba, unta dan keledai."”1 Samuel 15:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena itu pergilah dan seranglah bangsa Amalek! Aku sudah menetapkan mereka semua untuk dimusnahkan, jadi musnahkanlah semua, baik mereka maupun segala sesuatu yang dimiliki mereka, tanpa perkecualian. Bunuhlah semua laki-laki, perempuan, anak-anak maupun bayi. Bunuh juga sapi, domba, unta, dan keledai.’””1 Samuel 15:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now go and smite Amalek, and utterly destroy all that they have, and spare them not; but slay both man and woman, infant and suckling, ox and sheep, camel and ass.”1 Samuel 15:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 15:3?
Perintah Tuhan sangat jelas: Saul harus memusnahkan semua milik orang Amalek tanpa rasa kasihan. Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa Amalek dan konsekuensinya, serta tuntutan ketaatan total kepada Tuhan.
Latar belakang
Perintah untuk menumpas
Tuhan memerintahkan Saul untuk mengalahkan Amalek dan memusnahkan semua yang hidup, termasuk ternak. Ini adalah perintah yang keras, tetapi Tuhan memberi alasan: sebagai pembalasan atas penentangan mereka.
Di mana
Israel (kemungkinan di Gilgal atau lokasi lain)
Penyampaian perintah perang suci.
Kapan
~1025 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Samuel
Nabi yang menyampaikan perintah Tuhan tanpa kompromi.
Kepada
Saul
Raja yang harus menaati perintah Tuhan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָרַם
charam · musnahkan
Mengabdikan untuk pemusnahan; memisahkan untuk Tuhan, sering kali dengan membinasakan.
לֹא
lo · jangan
Tidak; digunakan sebagai larangan yang kuat.
חָמַל
chamal · kasihan
Merasa sayang, menahan diri dari menghukum.
Kata 'charam' menunjukkan bahwa yang dimusnahkan menjadi sesuatu yang dikhususkan bagi Tuhan—entah untuk dimusnahkan atau dipersembahkan. Di sini, perintahnya adalah memusnahkan sepenuhnya.
Tahukah kamu
Hari raya Purim?
Kisah Ester mencatat bagaimana orang Yahudi kemudian merayakan kemenangan atas musuh mereka, tetapi Amalek selalu menjadi contoh musuh Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 15:3
Yosua 6:21
Pemusnahan total
“Mereka menumpas dengan mata pedang segala yang ada di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik muda maupun tua, bahkan lembu, domba, dan keledai.”
Ulangan 20:16
Perintah serupa
“Tetapi dari kota-kota bangsa yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu sebagai milik pusaka, janganlah kaubiarkan hidup apa pun yang bernafas.”
1 Samuel 15:9
Ketidaktaatan Saul
“Tetapi Saul dan rakyat itu menyayangkan Agag dan kambing domba serta sapi yang terbaik dan tambun, dan anak domba serta segala yang berharga; mereka tidak mau memusnahkan semuanya itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 15:3
✕ Sering dikira
Perintah ini berlaku untuk semua orang yang berbeda iman.
✓ Yang sebenarnya
Perintah ini khusus untuk orang Amalek pada waktu itu, bukan untuk semua orang non-Israel.
✕ Sering dikira
Tuhan menginginkan kekerasan demi kekerasan.
✓ Yang sebenarnya
Perintah ini adalah hukuman atas dosa yang sudah menumpuk dan bagian dari rencana Tuhan untuk melindungi Israel dari pengaruh jahat.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 15:3
Ketaatan kepada Tuhan terkadang menuntut kita untuk melepaskan hal-hal yang kita anggap berharga. Belajarlah untuk setia pada perintah Tuhan meskipun tidak nyaman, karena Dia tahu yang terbaik.
Tuhan, beri aku keberanian untuk menaati perintah-Mu sepenuhnya, bahkan ketika itu sulit atau menyakitkan. Amin.