Hapus Kenangan Amalek
Ulangan 25:19
Keadilan, Kekudusan, dan Kenangan
PerikopOrang Amalek Harus Dibinasakan · Ulangan 25:17-19 →“Oleh sebab itu, akan terjadi ketika TUHAN, Allahmu telah memberikan kedamaian kepadamu dari segala musuh yang ada di sekitarmu, di tanah yang diberikan oleh TUHAN, Allahmu untuk kamu miliki, maka hapuskanlah ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Jangan lupa!”Ulangan 25:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!"”Ulangan 25:19 · TB
Terjemahan Baru
“Oleh sebab itu, kalau TUHAN Allahmu sudah memberi negeri itu kepadamu dan kamu aman dari semua musuh yang tinggal di sekelilingmu, semua orang Amalek itu harus kamu bunuh sehingga mereka tidak diingat lagi. Jangan lupa!"”Ulangan 25:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena itu, kalian harus memusnahkan semua orang Amalek sehingga bangsa itu punah dari muka bumi. Lakukanlah itu sesudah TUHAN Allah memberi kalian ketenangan dari serangan musuh di seluruh negeri yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada kalian. Janganlah lupa melakukan perintah ini!””Ulangan 25:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore it shall be, when the LORD thy God hath given thee rest from all thine enemies round about, in the land which the LORD thy God giveth thee for an inheritance to possess it, that thou shalt blot out the remembrance of Amalek from under heaven; thou shalt not forget it.”Ulangan 25:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 25:19?
Ayat ini memerintahkan bangsa Israel untuk menghapus ingatan tentang Amalek setelah Tuhan memberikan keamanan dari musuh-musuh mereka. Ini adalah perintah untuk tidak melupakan kejahatan Amalek yang menyerang mereka saat lemah, namun juga menekankan penghakiman Tuhan atas kejahatan, dan panggilan untuk mengingat serta bertindak sesuai kehendak Tuhan.
Latar belakang
Perintah untuk tidak melupakan kejahatan Amalek
Ayat 19 adalah bagian akhir dari perintah untuk mengingat dan membalas tindakan Amalek yang menyerang Israel saat keluar dari Mesir. Ketika Israel sudah masuk ke tanah perjanjian dan beristirahat dari musuh, mereka harus menghapus ingatan Amalek dari bawah langit. Ini adalah panggilan untuk tidak melupakan sejarah dan memastikan keadilan Tuhan ditegakkan.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang sungai Yordan, dekat kota Yerikho
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, menyampaikan wasiat terakhir
Kepada
Israel di Moab
Generasi yang akan masuk ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָחָה
machah · hapuskanlah
menghapus, menghilangkan, melenyapkan
זֵכֶר
zeker · ingatan
kenangan, nama, peninggalan
שָׁכַח
shakach · lupa
melupakan, mengabaikan
Ketiga kata ini bersama-sama menegaskan bahwa melupakan perbuatan Amalek berarti menghapus kenangan itu dari sejarah, tetapi justru dengan mengingatnya, kita tidak akan mengulangi kesalahan serupa. Ini paradoks: mengenang untuk menghapus pengaruh jahat di masa depan.
Tahukah kamu
Mengapa 'dari kolong langit'?
Ungkapan 'dari kolong langit' berarti penghapusan total, seperti yang juga dipakai untuk matahari, bulan, dan bintang (Ulangan 4:19). Ini menekankan bahwa kejahatan Amalek tidak boleh meninggalkan jejak sama sekali di bumi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:19
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 25:19
✕ Sering dikira
Ayat ini memerintahkan umat Tuhan untuk membalas dendam secara pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah perintah kepada bangsa Israel untuk melaksanakan hukuman Tuhan atas Amalek sebagai tindakan tegas terhadap kejahatan, bukan dendam pribadi.
✕ Sering dikira
Menghapus ingatan berarti kita harus melupakan sejarah sepenuhnya.
✓ Yang sebenarnya
Justru kita harus mengingat agar tidak mengulangi kesalahan dan untuk mengandalkan Tuhan dalam menghadapi musuh.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 25:19
Kita pun perlu mengingat kebaikan Tuhan dan juga kejahatan yang pernah terjadi, agar tidak lalai. Namun, lebih penting lagi, kita tidak boleh membalas dendam sendiri; kita percayakan penghakiman kepada Tuhan dan fokus pada ketaatan kita.
Tuhan, tolonglah kami untuk selalu mengingat karya-Mu dan hidup setia, sambil mempercayakan keadilan sepenuhnya kepada-Mu. Amin.