Keputusan berani para kusta
2 Raja-raja 7:3-7
Orang Kusta Menemukan Tenda Aram yang Kosong
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Orang kusta mempertimbangkan pilihan mereka
Dalam keputusasaan karena kelaparan, empat orang kusta yang berada di luar gerbang menyadari bahwa menunggu sama saja dengan mati. Mereka memutuskan untuk menyerahkan diri ke perkemahan Aram, karena jika mati, mereka tetap mati, tetapi ada kemungkinan hidup.
Di mana
Samaria
Di dekat pintu gerbang kota, di luar tembok
Kapan
~850 SM
Kerajaan Terbagi: Israel Utara
Yang berbicara
Empat orang kusta
Orang terpinggirkan, sakit kusta, tinggal di gerbang kota
Kepada
Sesama orang kusta
Teman sepenanggungan, berada dalam kondisi yang sama
Arti tiap ayat
Penjelasan 2 Raja-raja 7:3-7 Ayat per Ayat
2 Raja-raja 7:3
Empat orang kusta yang berada di pintu gerbang Samaria sedang menghadapi dilema: masuk kota yang kelaparan atau tinggal di tempat yang pasti mati. Mereka memutuskan untuk tidak tinggal diam dan mencari alternatif lain,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 7:4
Orang-orang kusta itu berpikir: jika mereka masuk kota, mereka akan mati karena kelaparan; jika tinggal di situ, mereka juga mati. Tetapi jika mereka menyeberang ke perkemahan Aram, ada harapan walau bisa mati. Mereka…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 7:5
Mereka berangkat saat senja menuju perkemahan Aram, dan ketika sampai, mereka mendapati perkemahan itu kosong. Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada keputusan untuk bertindak membawa mereka kepada penemuan yang mengubah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 7:6
Tuhan membuat tentara Aram mendengar bunyi kereta, kuda, dan pasukan besar, sehingga mereka mengira raja Israel telah menyewa pasukan Het dan Mesir untuk menyerang mereka. Mereka panik dan melarikan diri, meninggalkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 7:7
Meski krisis melanda dan situasi tampak mustahil, Tuhan tetap berdaulat. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah dapat memulihkan keadaan secara ajaib, seperti yang dinubuatkan Elisa. Ini mengingatkan bahwa harapan sejati…
Arti lengkap, studi kata & renungan →