Ajal di pintu gerbang
2 Raja-raja 7:20
Kelimpahan di Samaria yang Terkepung
“Demikianlah hal itu terjadi. Rakyat menginjak-injaknya di pintu gerbang sehingga dia mati.”2 Raja-raja 7:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikianlah terjadi kepada orang itu: Rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu matilah ia.”2 Raja-raja 7:20 · TB
Terjemahan Baru
“Demikianlah terjadi pada orang itu--ia mati terinjak rakyat di pintu gerbang.”2 Raja-raja 7:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dan tepat demikianlah yang terjadi pada orang itu. Dia melihatnya, tetapi tidak mendapat bagian sedikit pun karena mati terinjak-injak di gerbang kota.”2 Raja-raja 7:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And so it fell out unto him: for the people trode upon him in the gate, and he died.”2 Raja-raja 7:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 7:20?
Ayat ini menggenapi nubuat Elisa tentang kematian perwira yang meragukan janji Tuhan. Ia mati di pintu gerbang Samaria karena diinjak-injak oleh rakyat yang bergegas mengambil makanan. Ini menegaskan bahwa firman Tuhan selalu digenapi, baik untuk berkat maupun konsekuensi.
Latar belakang
Perwira mati terinjak-injak
Raja menempatkan perwira itu untuk menjaga pintu gerbang, mungkin karena ia masih meragukan kejadian ajaib ini. Saat rakyat bergegas keluar untuk menjarah perkemahan Aram, mereka menginjak-injaknya hingga tewas. Ini persis seperti yang dinubuatkan Elisa, membuktikan bahwa firman Tuhan selalu digenapi.
Di mana
Samaria
Di pintu gerbang Samaria, saat orang-orang berdesakan menjarah
Kapan
~850 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
penulis sejarah kerajaan, ~800 SM
Kepada
Para pembaca
umat Israel, mungkin saat pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָמַס
ramas · menginjak-injak
menginjak, meremukkan, trample dalam bahasa Inggris
שַׁעַר
sha'ar · pintu gerbang
gerbang kota, pusat aktivitas dan tempat pengadilan
מוּת
mut · mati
mati, mengalami kematian
Kata 'ramas' menggambarkan kematian yang kasar dan tidak hormat, sedangkan 'sha'ar' menunjukkan tempat di mana keadilan seharusnya ditegakkan. Ironisnya, perwira yang meragukan keadilan Tuhan mati di tempat keadilan itu sendiri.
Tahukah kamu
Padatnya kerumunan di gerbang
Pintu gerbang kota zaman kuno biasanya sempit, hanya cukup untuk beberapa orang berjalan sejajar. Dengan ratusan atau ribuan orang yang kelaparan berdesakan keluar, sangat mudah seseorang terjatuh dan terinjak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 7:20
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 7:20
✕ Sering dikira
Perwira itu mati karena kelaparan seperti orang lain.
✓ Yang sebenarnya
Ia mati terinjak-injak oleh rakyat yang kelaparan, bukan karena kelaparan itu sendiri.
✕ Sering dikira
Raja sengaja menempatkannya di gerbang agar ia mati.
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada bukti bahwa raja berniat membunuhnya; penempatan itu mungkin tugas biasa, tetapi Tuhan memakai keadaan untuk menggenapi firman-Nya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 7:20
Firman Tuhan pasti digenapi, dan itu bisa menjadi penghiburan atau peringatan. Marilah kita merespons janji Tuhan dengan iman, bukan dengan sikap skeptis, agar kita tidak kehilangan berkat-Nya.
Ya Tuhan, berikanlah aku hati yang percaya dan taat kepada firman-Mu, supaya aku tidak kehilangan bagian dalam berkat-Mu. Amin.