Kesombongan sang perwira
2 Raja-raja 7:19
Kelimpahan di Samaria yang Terkepung
“Namun, perwira itu menjawab kepada abdi Allah pada saat itu, “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, akankah hal itu terjadi?” Lalu, Elisa menjawab, “Lihatlah, kamu akan melihatnya dengan matamu, tetapi engkau tidak akan makan dari sana.””2 Raja-raja 7:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?", tetapi Elisa berkata: "Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."”2 Raja-raja 7:19 · TB
Terjemahan Baru
“Dan pada waktu itu ajudan pribadi raja itu telah berkata, "Mana bisa! Itu mustahil, sekalipun pada saat ini juga TUHAN menurunkan hujan lebat dari langit!" Lalu dijawab oleh Elisa, "Nanti kau akan melihat hal itu terjadi, tapi kau tidak akan mengecap makanan itu sedikit pun."”2 Raja-raja 7:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi komandan itu menjawab, “Sekalipun TUHAN menumpahkan berkat dari langit, hal itu tidak mungkin terjadi!” Lalu kata Elisa, “Dengarlah baik-baik. Kamu akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi kamu tidak akan memakannya sedikit pun.””2 Raja-raja 7:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And that lord answered the man of God, and said, Now, behold, if the LORD should make windows in heaven, might such a thing be? And he said, Behold, thou shalt see it with thine eyes, but shalt not eat thereof.”2 Raja-raja 7:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 7:19?
Perwira yang meragukan janji Tuhan tetap melihat kelimpahan itu terjadi, tetapi ia tidak ikut menikmatinya karena diinjak-injak di pintu gerbang. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menepati firman-Nya, tetapi sikap tidak percaya dapat menghalangi kita menerima berkat-Nya.
Latar belakang
Perwira meragukan janji Tuhan
Perwira ini masih skeptis bahwa TUHAN bisa membuka tingkap-tingkap langit untuk menyediakan makanan. Ia menegaskan ketidakpercayaannya di hadapan Elisa, meski telah mendengar janji TUHAN. Elisa menanggapinya dengan firman yang tegas: ia akan melihatnya, tetapi tidak akan menikmatinya.
Di mana
Samaria
Di pintu gerbang Samaria, saat kota dikepung
Kapan
~850 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Perwira ajudan raja
perwira tinggi, tangan kanan raja, ~40 tahun
Kepada
Elisa
abdi Allah, nabi senior, ~60 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲרֻבּוֹת
arubbot · tingkap-tingkap
jendela atau celah di langit; di sini kiasan untuk membuka pintu berkat
שָׁמַיִם
shamayim · langit
langit, atmosfer, atau tempat kediaman Allah
אַתָּה
attah · engkau
kata ganti orang kedua tunggal, menekankan peran pribadi
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa perwira itu memandang langit sebagai sesuatu yang tertutup, tetapi Allah sanggup membukanya. Kata 'engkau' menekankan nasibnya yang tragis: ia menjadi saksi tetapi dikecualikan dari berkat.
Tahukah kamu
Tingkap di langit, mitos atau nyata?
Beberapa sarjana mengaitkan 'tingkap-tingkap di langit' dengan banjir pada zaman Nuh (Kejadian 7:11), menunjukkan bahwa perwira ini mungkin mengejek kemustahilan itu. Namun, justru itu yang akan terjadi sebagai bukti kuasa TUHAN.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 7:19
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 7:19
✕ Sering dikira
Perwira itu hanya bertanya secara retoris dengan nada ingin belajar.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaannya bernada sinis dan meragukan kuasa Tuhan, bukan sekadar bertanya.
✕ Sering dikira
Elisa mengutuk perwira itu karena kesalahannya yang kecil.
✓ Yang sebenarnya
Hukuman ini adalah konsekuensi dari ketidakpercayaan yang terang-terangan kepada firman Tuhan, terutama saat bangsa sedang krisis.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 7:19
Jangan biarkan keraguan menjauhkan kita dari berkat Tuhan. Meskipun kita tidak bisa memaksa mujizat terjadi, sikap percaya dan rendah hati membuka pintu bagi kita untuk mengalami kebaikan-Nya.
Tuhan, tolonglah aku untuk selalu percaya pada janji-Mu, dan jangan biarkan keraguan menghalangi aku untuk menikmati kebaikan-Mu. Amin.