Kisah Perempuan di Tembok
2 Raja-raja 6:28
Kelaparan di Samaria dan Kuasa Elisa
“Lalu, raja bertanya, “Ada apa?” Perempuan itu menjawab, “Perempuan ini berkata kepadaku, ‘Berikan anakmu laki-laki untuk kita makan pada hari ini, dan besok anakku laki-laki akan kita makan.’”2 Raja-raja 6:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian bertanyalah raja kepadanya: "Ada apa?" Jawab perempuan itu: "Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki.”2 Raja-raja 6:28 · TB
Terjemahan Baru
“Apa kesulitanmu?" Wanita itu menjawab, "Kawan saya ini telah mengajak saya supaya kami memakan anak saya dulu, lalu besoknya kami makan anaknya.”2 Raja-raja 6:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi kemudian raja bertanya, “Memangnya apa yang menjadi masalah Ibu?” Jawabnya, “Kemarin tetangga saya berkata, ‘Relakanlah bayi laki-lakimu, supaya kita bisa makan hari ini. Besok, aku juga akan merelakan anakku untuk kita makan.’”2 Raja-raja 6:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the king said unto her, What aileth thee? And she answered, This woman said unto me, Give thy son, that we may eat him to day, and we will eat my son to morrow.”2 Raja-raja 6:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 6:28?
Raja bertanya kepada perempuan itu, 'Ada apa?' Lalu dia menceritakan kesepakatan mengerikan dengan perempuan lain: mereka sepakat untuk memasak anak masing-masing sebagai makanan karena kelaparan ekstrem. Hari pertama mereka memasak anaknya sendiri, tetapi keesokan harinya perempuan lain menyembunyikan anaknya. Kisah ini menggambarkan kehancuran moral dan keputusasaan yang luar biasa akibat pengepungan.
Latar belakang
Kesepakatan Mengerikan untuk Bertahan Hidup
Kedua perempuan ini membuat perjanjian untuk saling memakan anak-anak mereka demi bertahan hidup selama pengepungan. Perempuan pertama menceritakan bahwa mereka telah memasak dan memakan anaknya, dan sekarang menuntut perempuan kedua untuk menepati janjinya.
Di mana
Samaria
Di dalam kota yang terkepung, mungkin di rumah atau jalan
Kapan
~850 SM
Zaman Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Perempuan pertama
Wanita Samaria yang putus asa karena kelaparan
Kepada
Perempuan kedua
Wanita Samaria yang juga putus asa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תְּנִי
teni · Berikan
Bentuk perintah feminin dari kata 'natan' yang berarti memberi atau menyerahkan.
נֹאכַל
nokhal · makan
Kata kerja 'akal' yang berarti memakan atau mengonsumsi.
בְּנֵךְ
benekh · anakmu
Frasa 'putramu' yang menunjukkan hubungan keluarga, di sini diputarbalikkan menjadi tindakan kanibal.
Kata-kata ini mengungkapkan betapa rusaknya tatanan sosial: kata 'memberi' yang biasanya baik menjadi perintah untuk menyerahkan anak, dan 'makan' menjadi tindakan yang mengerikan. Ini menunjukkan keputusasaan absolut manusia di luar pertolongan Tuhan.
Tahukah kamu
Kelaparan Ekstrem
Menurut ayat 25, harga kepala keledai mencapai 80 syikal perak, dan kotoran merpati pun dijual mahal sebagai makanan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 6:28
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 6:28
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya cerita horor tanpa makna teologis.
✓ Yang sebenarnya
Ini menunjukkan konsekuensi dosa dan penghakiman Tuhan, serta memicu respons raja.
✕ Sering dikira
Mengira perempuan pertama adalah ibu yang kejam tanpa alasan.
✓ Yang sebenarnya
Keduanya adalah korban kelaparan ekstrem yang didorong pada tindakan putus asa.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 6:28
Keputusasaan dapat membuat orang tega melakukan hal-hal yang melanggar kodrat, seperti mengorbankan anak. Kisah ini mengingatkan kita untuk tidak menyerah pada keputusasaan; carilah Tuhan saat beban hidup terasa tak tertahankan.
Tuhan, jauhkan aku dari keputusasaan yang membuatku mengambil jalan gelap. Pegang erat aku dalam tangan-Mu. Amin.