Pengorbanan Putra Raja
2 Raja-raja 3:27
Mesa Mengorbankan Anaknya
“Lalu, dia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja untuk menggantikannya untuk dipersembahkan sebagai kurban bakaran di atas pagar tembok. Maka, terjadilah murka yang besar atas orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkannya dan kembali ke negerinya.”2 Raja-raja 3:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian ia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja menggantikan dia, lalu mempersembahkannya sebagai korban bakaran di atas pagar tembok. Tetapi kegusaran besar menimpa orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka.”2 Raja-raja 3:27 · TB
Terjemahan Baru
“Karena itu ia mengambil putra mahkotanya, lalu mempersembahkannya di atas tembok kota sebagai kurban untuk dewa Moab. Maka takutlah orang-orang Israel, sehingga mereka menarik mundur pasukan mereka dari kota itu lalu pulang ke negeri mereka.”2 Raja-raja 3:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian raja Moab mengambil anak laki-lakinya yang sulung, calon penerusnya sebagai raja, dan membakar anak itu di atas tembok kota sebagai kurban bagi dewanya. Hal itu membuat seluruh penduduk kota sangat geram kepada Israel, dan raja Israel pun memutuskan untuk menghentikan serangan. Lalu pasukan ketiga raja itu kembali ke negeri mereka masing-masing.”2 Raja-raja 3:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then he took his eldest son that should have reigned in his stead, and offered him for a burnt offering upon the wall. And there was great indignation against Israel: and they departed from him, and returned to their own land.”2 Raja-raja 3:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 3:27?
Ayat ini mencatat tindakan ekstrem raja Moab: ia mempersembahkan anak sulungnya sebagai korban bakaran di atas tembok. Akibatnya, 'murka yang besar' menimpa orang Israel, sehingga mereka menarik diri dan pulang. Ini menunjukkan bahwa tindakan keji ini mengubah keadaan dan mengakibatkan kegagalan Israel.
Latar belakang
Tindakan Nekat Raja Moab
Raja Moab mengorbankan putra sulungnya sebagai kurban bakaran di atas tembok. Ini memicu 'murka besar' atas Israel, sehingga mereka menarik diri dan pulang.
Di mana
Kir-Hareset
Di atas tembok kota, saat pengepungan
Kapan
~850 SM
Zaman para raja
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Sejarawan yang mencatat peristiwa untuk generasi mendatang.
Kepada
Pembaca
Pembaca setia yang ingin memahami karya Tuhan dalam sejarah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קֶצֶף
ketsef · murka
kemarahan besar, geram
תַּחְתָּיו
takhtav · menggantikannya
di tempatnya, sebagai pengganti
עוֹלָה
olah · kurban bakaran
persembahan yang dibakar habis
Kata 'ketsef' biasanya digunakan untuk murka Allah; di sini, itu muncul sebagai reaksi atas kekejaman ini, menunjukkan bahwa perbuatan itu memicu kekuatan yang tidak terduga, mungkin dari Tuhan atau rasa ngeri.
Tahukah kamu
Praktik Mengorbankan Anak
Pengorbanan anak adalah kejadian nyata dalam budaya Moab kuno, meskipun mengerikan, ini dilakukan untuk menenangkan dewa mereka, Kamos.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 3:27
Imamat 18:21
Larangan pengorbanan
“Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh”
Ulangan 12:31
Kekejian bangsa lain
“Sebab segala kekejian yang dibenci TUHAN itulah yang mereka lakukan bagi allah mereka”
Mazmur 106:37
Pengorbanan anak
“Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka kepada roh-roh jahat”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 3:27
✕ Sering dikira
Mengira 'murka besar' adalah murka Tuhan terhadap Israel.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak jelas; bisa murka Tuhan terhadap kekejaman itu, atau kengerian yang membuat Israel mundur.
✕ Sering dikira
Berpikir pengorbanan itu berhasil karena musuh mundur.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak menyatakan bahwa itu berhasil; justru menunjukkan kengerian yang membuat Israel mundur.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 3:27
Tindakan raja Moab adalah tindakan putus asa yang kejam. Namun, kita belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jangan pernah mengorbankan orang lain atau prinsip kebenaran demi kemenangan. Keberhasilan yang diperoleh dengan cara tidak benar tidak akan bertahan.
Tuhan, jauhkan kami dari keputusasaan yang membuat kami mengambil jalan yang salah. Pimpinlah kami dalam kebenaran-Mu. Amin.