Beruang Menerkam Para Pengejek
2 Raja-raja 2:24
Elia Terangkat, Elisa Meneruskan
PerikopElisa Diejek · 2 Raja-raja 2:23-25 →“Dia berpaling ke belakang untuk melihat mereka, lalu mengutuki mereka dalam nama TUHAN. Kemudian, dua ekor beruang keluar dari hutan dan mencabik-cabik 42 orang dari anak laki-laki itu.”2 Raja-raja 2:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.”2 Raja-raja 2:24 · TB
Terjemahan Baru
“Elisa menoleh dan memandang mereka lalu menyumpahi mereka demi nama TUHAN. Saat itu juga dua ekor beruang betina keluar dari hutan dan mencabik-cabik empat puluh dua orang anak dari antara anak-anak itu.”2 Raja-raja 2:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Elisa berbalik dan melihat mereka, dikutuknya mereka dengan nama TUHAN. Lalu dua beruang betina keluar dari hutan dan mencabik-cabik empat puluh dua orang dari gerombolan remaja itu.”2 Raja-raja 2:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he turned back, and looked on them, and cursed them in the name of the LORD. And there came forth two she bears out of the wood, and tare forty and two children of them.”2 Raja-raja 2:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 2:24?
Elisa mengutuk mereka dalam nama Tuhan, dan dua beruang betina keluar serta mencabik-cabik 42 anak muda. Ini menunjukkan kekudusan Tuhan dan konsekuensi serius dari menghina nabi dan pekerjaan-Nya.
Latar belakang
Kutukan dan Hukuman
Setelah anak-anak mengejeknya, Elisa berpaling dan mengutuk mereka demi nama Tuhan. Segera dua beruang keluar dari hutan dan mencabik-cabik 42 anak laki-laki. Peristiwa ini menegaskan bahwa menghina nabi Tuhan adalah tindakan serius yang membawa konsekuensi fatal, menunjukkan otoritas yang diberikan Tuhan kepada Elisa.
Di mana
Betel
Di jalan menuju Betel, tempat anak-anak mengejek Elisa
Kapan
~850 SM
Zaman Kerajaan Terbagi (Israel Utara)
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Narator yang mencatat tindakan Elisa sebagai bagian dari otoritas nabi.
Kepada
Pembaca kitab
Umat Israel yang perlu menyadari kekudusan Allah dan utusan-Nya.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָלַל
qalal · mengutuki
mengutuk, menganggap ringan, memandang rendah
דֹּב
dob · beruang
beruang; binatang buas yang sering menjadi alat penghukuman Allah
שֵׁם
shem · nama
nama; mewakili karakter dan otoritas seseorang
Kutukan Elisa dilakukan 'dalam nama TUHAN', menunjukkan bahwa bukan dendam pribadi, tetapi penghakiman atas nama Allah. 'Qalal' berarti menganggap ringan, dan para pemuda itu telah meremehkan nabi, yang setara dengan meremehkan Allah sendiri.
Tahukah kamu
Hukuman yang Setimpal
Meskipun terdengar kejam, hukuman mati oleh beruang adalah bentuk penghakiman langsung dari Allah, yang sering terjadi dalam Perjanjian Lama untuk dosa yang menantang otoritas ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 2:24
Imamat 19:32
Hormat kepada yang lebih tua
“Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan menghormati orang yang tua.”
Amsal 20:20
Kutuk bagi yang tidak hormat
“Siapa mengutuki ayahnya atau ibunya, pelitanya akan padang pada waktu gelap.”
1 Samuel 17:43
Penghinaan terhadap pilihan Tuhan
“Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, sehingga engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu Filistin itu mengutuki Daud demi para allahnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 2:24
✕ Sering dikira
Elisa marah secara berlebihan dan membalas dendam secara pribadi kepada anak-anak kecil.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah respons atas penolakan terhadap nabi Tuhan, yang dianggap sebagai penolakan terhadap Allah sendiri.
✕ Sering dikira
Tuhan kejam dan membunuh anak-anak hanya karena ejekan sepele.
✓ Yang sebenarnya
Peristiwa ini menekankan kekudusan Allah dan konsekuensi serius dari tindakan penghinaan terhadap utusan-Nya, bukan tentang kekejaman tanpa alasan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 2:24
Sangat berbahaya meremehkan kuasa dan otoritas Tuhan. Marilah kita datang dengan sikap hormat dan takut akan Tuhan, bukan dengan ejekan atau sikap menantang.
Tuhan, tanamkan dalam hatiku rasa hormat dan takut akan Engkau, agar aku tidak jatuh dalam dosa menghina pekerjaan-Mu. Amin.