Hizkia Menyerah
2 Raja-raja 18:14
Hizkia dan Ancaman Asyur
PerikopSanherib Menyerang Yehuda · 2 Raja-raja 18:13-16 →“Lalu, Hizkia, raja Yehuda, mengirim orang kepada raja Asyur di Lakhis, katanya, “Aku telah berbuat dosa. Mundurlah dariku dan apa pun yang engkau bebankan kepadaku akan aku pikul.” Lalu, raja Asyur membebankan kepada Hizkia, Raja Yehuda, 300 talenta perak dan 30 talenta emas.”2 Raja-raja 18:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hizkia, raja Yehuda, mengutus orang kepada raja Asyur di Lakhis dengan pesan: "Aku telah berbuat dosa; undurlah dari padaku; apapun yang kaubebankan kepadaku akan kupikul." Kemudian raja Asyur membebankan kepada Hizkia, raja Yehuda, tiga ratus talenta perak dan tiga puluh talenta emas.”2 Raja-raja 18:14 · TB
Terjemahan Baru
“Maka kepada Sanherib yang berada di Lakhis, Hizkia mengirim berita ini, "Saya telah bersalah. Sebab itu, saya mohon sudilah Tuan menghentikan serangan terhadap kami. Semua tuntutan Tuan akan saya penuhi." Sanherib menjawab bahwa Hizkia harus mengirim kepadanya 10.000 kilogram perak, dan 1.000 kilogram emas.”2 Raja-raja 18:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Hiskia mengirim pesan kepada Sanherib yang sedang berada di kota Lakis. Isi pesannya, “Saya telah melakukan kesalahan dengan memberontak terhadap tuan. Saya mohon hentikanlah serangan ini. Berapa pun harga yang tuan minta, saya akan membayarnya.” Sanherib kemudian menuntut bayaran sebelas ton perak dan satu ton emas.”2 Raja-raja 18:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Hezekiah king of Judah sent to the king of Assyria to Lachish, saying, I have offended; return from me: that which thou puttest on me will I bear. And the king of Assyria appointed unto Hezekiah king of Judah three hundred talents of silver and thirty talents of gold.”2 Raja-raja 18:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 18:14?
Hizkia mengaku dosa dan membayar upeti besar kepada Asyur, berharap menghentikan serangan. Ini menunjukkan bahwa dalam ketakutan, manusia cenderung mencari jalan keluar dengan kekuatan sendiri, bukan bergantung pada Tuhan.
Latar belakang
Hizkia Mengirim Utusan untuk Menyerah
Menghadapi kehancuran yang mengancam, Hizkia mengirim pesan kepada Sanherib di Lakhis. Dia mengakui kesalahannya dan meminta damai, menawarkan untuk membayar upeti apa pun yang diminta.
Di mana
Lakhis
Di kota Lakhis, sebelum raja Asyur yang sedang mengepung
Kapan
~701 SM
Kerajaan Terbelah
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
penulis sejarah Kerajaan Yehuda, ~600 SM
Kepada
Pembaca Kitab 2 Raja-raja
umat Israel yang belajar dari sejarah nenek moyang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָטָא
khata · berbuat dosa
meleset dari sasaran, bersalah
שׁוּב
shuv · mundur
berbalik, pergi kembali
נָתַן
natan · bebankan
memberi, menaruh
Hizkia mengakui 'khata' (dosa) sebagai penyebab konflik, lalu meminta 'shuv' (mundur) sebagai solusi. Kata 'natan' menunjukkan kesediaan untuk memikul beban upeti, memperlihatkan kerendahan hati yang ironis bagi raja yang sebelumnya memberontak.
Tahukah kamu
Lakhis, Kota Benteng Strategis
Lakhis adalah kota penting di Yehuda yang direbut Sanherib, dan relief pahatan pada istana Sanherib menggambarkan pengepungannya dengan detail.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 18:14
2 Raja-raja 18:13
konteks langsung serangan
“Pada tahun keempat belas pemerintahan Raja Hizkia, Sanherib, raja Asyur, menyerang semua kota berbenteng di Yehuda dan merebutnya.”
2 Tawarikh 32:9
paralel peristiwa
“Setelah itu, Sanherib, raja Asyur, sedang mengepung Lakhis dengan seluruh kekuatannya, mengirim utusan-utusannya ke Yerusalem untuk menemui Hizkia, raja Yehuda.”
Yesaya 36:2-3
misi diplomatik Asyur
“Lalu raja Asyur mengutus Rabsakih dari Lakhis ke Yerusalem menemui Raja Hizkia dengan tentara yang besar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 18:14
✕ Sering dikira
Hizkia bertobat dari dosa terhadap Allah dan memohon ampun.
✓ Yang sebenarnya
Dia mengakui 'dosa' dalam konteks politik, yaitu pemberontakan terhadap Asyur, bukan dosa moral terhadap Allah.
✕ Sering dikira
Dia menyerahkan seluruh kekayaan Bait Allah dan istana.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini hanya menyebutkan bahwa dia bersedia membayar upeti; detail penyerahan perak dan emas ada di ayat berikutnya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 18:14
Jangan biarkan ketakutan membuat kita berkompromi atau mengandalkan cara dunia. Hizkia belajar bahwa damai sejati hanya dari Tuhan, bukan dari negosiasi dengan musuh.
Ya Tuhan, ampuni aku yang sering mencoba menyelesaikan masalah dengan caraku sendiri; ajar aku untuk datang kepada-Mu lebih dulu. Amin.