Hukum Taurat Ditegakkan

2 Raja-raja 14:6

Anak Pembunuh Tidak Dihukum

Namun, dia tidak menghukum mati anak-anak pembunuh itu seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa sebagaimana yang diperintahkan oleh TUHAN, yang berbunyi, “Ayah tidak boleh dihukum mati karena anaknya, dan anak tidak boleh dihukum mati karena ayahnya. Namun, setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.”

2 Raja-raja 14:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 14:6?

Amazia tidak menghukum mati anak-anak pembunuh ayahnya, sesuai hukum Taurat yang menyatakan setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri. Ini menunjukkan ketaatan pada prinsip keadilan yang adil, tidak memindahkan kesalahan kepada generasi berikutnya.

Latar belakang

Anak tidak dihukum karena ayah

Amazia menghormati hukum Musa yang melarang hukuman mati bagi anak karena dosa ayahnya. Setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri.

Di mana

Yerusalem

Mengutip tindakan Amazia

Kapan

~790 SM

Pembagian Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hukuman bagi pembunuh
Perang dengan Edom
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Narator yang mengisahkan sejarah kerajaan

P

Kepada

Pembaca

Orang yang membaca sejarah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תּוֹרָה

torah · Taurat

hukum, pengajaran

מוּת

mut · dihukum mati

mati, dibunuh

חֵטְא

chet · dosa

kesalahan, pelanggaran

Taurat menekankan tanggung jawab pribadi, bukan kolektif.

Tahukah kamu

Hukum yang adil

Prinsip ini sangat maju untuk zamannya; banyak bangsa lain menghukum seluruh keluarga.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 14:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 14:6

✕  Sering dikira

Berarti Tuhan tidak menghukum anak karena orang tua.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang hukuman manusia di pengadilan, bukan akibat dosa secara umum.

✕  Sering dikira

Hukum Taurat itu kejam

✓  Yang sebenarnya

Justru ini menunjukkan keadilan yang membatasi hukuman.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 14:6

Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membebani anak-anak dengan kesalahan orang tua. Dalam hidup, kita perlu belajar memutus rantai kesalahan dan memberi kesempatan baru, serta bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri.

Ya Bapa, terima kasih karena Engkau tidak memperhitungkan kesalahan orang tua kepada anak-anak. Ajarilah aku untuk hidup bertanggung jawab dan tidak mewariskan beban dosa kepada generasi selanjutnya. Amin.