Amazia Membalaskan Dendam

2 Raja-raja 14:5

Raja Amazia Membalaskan Kematian Ayahnya

Saat kerajaan itu menjadi kukuh di tangannya, dia membunuh pegawai-pegawai yang telah membunuh raja, yaitu ayahnya.

2 Raja-raja 14:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 14:5?

Setelah kerajaannya kuat, Amazia menghukum mati para pegawai yang membunuh ayahnya. Ini adalah tindakan keadilan yang dilakukan setelah kekuasaannya stabil. Ini menunjukkan bahwa ia menegakkan keadilan, tetapi juga bisa menjadi tindakan yang terlambat atau bernuansa politik.

Latar belakang

Dendam yang direstui

Setelah kekuasaannya kuat, Amazia menghukum para pembunuh ayahnya. Ia bertindak tegas, tapi tetap mengikuti hukum Taurat dengan tidak menghukum anak-anak mereka.

Di mana

Yerusalem

Saat kerajaan kokoh di tangan Amazia

Kapan

~790 SM

Pembagian Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayahnya dibunuh pegawai
Hukum dari Taurat
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Narator yang mengisahkan sejarah kerajaan

P

Kepada

Pembaca

Orang yang membaca sejarah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָזַק

chazaq · kukuh

kuat, kokoh, menjadi kuat

הִכָּה

hikkah · membunuh

memukul atau membunuh

עֶבֶד

ebed · pegawai

hamba, pelayan, pejabat

Kekuatan dan tindakan membunuh dihubungkan: kekuasaan yang kokoh memungkinkan untuk melakukan keadilan.

Tahukah kamu

Raja yang membalas

Amazia menunggu sampai ia benar-benar berkuasa sebelum bertindak, menunjukkan hikmat politik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 14:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 14:5

✕  Sering dikira

Amazia kejam tanpa batas.

✓  Yang sebenarnya

Ia justru membatasi hukuman sesuai Hukum Taurat.

✕  Sering dikira

Ia langsung membalas saat ayahnya mati.

✓  Yang sebenarnya

Ia menunggu sampai kekuasaannya kokoh.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 14:5

Keadilan memang penting, tetapi kita perlu berhati-hati agar tidak bertindak berdasarkan dendam pribadi atau setelah merasa aman. Biarlah keadilan kita selalu didasari oleh kasih dan kebenaran Tuhan, bukan kepentingan diri.

Tuhan, berilah aku hati yang adil dan bijaksana. Jauhkan aku dari motif yang salah ketika menegakkan kebenaran. Kiranya semua tindakanku memuliakan-Mu. Amin.