Pukulan yang Menentukan
2 Raja-raja 13:19
Kemarahan Elisa atas Ketidaksepenuhan
PerikopYoas Mengunjungi Elisa · 2 Raja-raja 13:14-19 →“Namun, abdi Allah itu marah kepadanya, katanya, “Dengan memukul lima atau enam kali engkau akan mengalahkan Aram sampai habis lenyap. Namun, sekarang hanya tiga kali saja engkau akan mengalahkan Aram.””2 Raja-raja 13:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram."”2 Raja-raja 13:19 · TB
Terjemahan Baru
“Elisa marah, dan berkata, "Seharusnya engkau memukul sampai lima atau enam kali, maka engkau dapat menghancurleburkan bangsa Siria. Tetapi sekarang engkau akan mengalahkannya hanya tiga kali."”2 Raja-raja 13:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Akan tetapi nabi menjadi marah dan berkata, “Seharusnya kamu memukul lima atau enam kali, supaya Aram benar-benar musnah. Kalau begini, kamu hanya akan mengalahkan Aram tiga kali.””2 Raja-raja 13:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the man of God was wroth with him, and said, Thou shouldest have smitten five or six times; then hadst thou smitten Syria till thou hadst consumed it: whereas now thou shalt smite Syria but thrice.”2 Raja-raja 13:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 13:19?
Elisa marah karena Yoas hanya memukul tanah tiga kali. Padahal, jika ia memukul lima atau enam kali, Aram akan dihabisi total. Tiga kali berarti kemenangan hanya tiga kali, bukan penghancuran total. Ini menunjukkan bahwa iman dan kesungguhan kita bisa memengaruhi seberapa besar berkat yang kita terima.
Latar belakang
Pukulan Terlalu Sedikit
Elisa memerintahkan raja untuk memukul tanah dengan anak panah sebagai simbol kemenangan atas Aram. Yoas memukul hanya tiga kali, menunjukkan keraguan dan kurangnya keyakinan.
Di mana
Samaria
Ruang sakit Elisa, saat kunjungan perpisahan
Kapan
~790 SM
Periode Raja-Raja Israel
Yang berbicara
Elisa
Nabi senior Israel, murid Elia, ~90 tahun
Kepada
Yoas
Raja Israel, anak Yoahas, kurang bersemangat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלֹשׁ פְּעָמִים
shalosh pe'amim · tiga kali
tiga kali; angka yang melambangkan ketidaklengkapan dalam konteks ini
הִכָּה
hikkah · memukulkan
memukul, memukulkan; tindakan agresif untuk mencapai tujuan
עָמַד
amad · berhenti
berdiri, berhenti; berhenti dari tindakan, menunjukkan keputusan
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa tindakan raja berhenti di tengah jalan, mengungkapkan iman yang setengah hati, berbeda dengan kemauan Elisa yang menginginkan kemenangan penuh.
Tahukah kamu
Simbolisme Angka
Dalam budaya Timur Dekat kuno, memukul panah ke tanah adalah ritual simbolis untuk 'menembak' musuh. Tiga kali berarti kemenangan terbatas, sedangkan lima atau enam kali berarti kemenangan total.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 13:19
2 Raja-raja 13:18-19
konteks langsung
“Pukulkanlah itu ke tanah! ... Dengan memukul lima atau enam kali engkau akan mengalahkan Aram sampai habis lenyap.”
2 Raja-raja 13:25
penggenapan nubuatan
“Tiga kali Yoas mengalahkannya sehingga dia mendapatkan kembali kota-kota Israel.”
Ibrani 11:6
prinsip iman
“Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 13:19
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa Elisa marah karena ritualnya tidak dilakukan dengan sempurna.
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan Elisa disebabkan oleh kurangnya semangat dan iman raja, yang tercermin dalam pukulan yang hanya tiga kali.
✕ Sering dikira
Menganggap semua orang percaya harus melakukan ritual fisik agar berkat Tuhan datang.
✓ Yang sebenarnya
Tindakan simbolis ini mengajarkan bahwa respons kita terhadap janji Tuhan harus penuh keyakinan, bukan sekadar formalitas.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 13:19
Ayat ini mengingatkan kita bahwa semangat dan keyakinan kita dalam bertindak bisa membatasi berkat Tuhan. Jangan setengah-setengah dalam mengejar janji Tuhan. Berikan yang terbaik dan percaya sepenuhnya.
Tuhan, mampukan aku untuk tidak setengah-setengah dalam merespons janji-Mu, ya Amin.