Atalya melihat raja dinobatkan
2 Raja-raja 11:14
Penobatan Yoas dan Kematian Atalya
“Lalu, dia melihat raja tampak berdiri di dekat tiang sesuai dengan kebiasaan, sementara para pemimpin dan para pemegang nafiri berdiri di dekat raja. Seluruh rakyat negeri sedang bersukaria dengan meniup nafiri. Kemudian, Atalya merobek pakaiannya sambil berseru, “Pengkhianatan! Pengkhianatan!””2 Raja-raja 11:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: "Khianat, khianat!"”2 Raja-raja 11:14 · TB
Terjemahan Baru
“Ia melihat raja yang baru itu berdiri di pintu masuk Rumah TUHAN di mana ia dinobatkan, dikelilingi oleh perwira-perwira dan peniup trompet. Seluruh rakyat bersorak gembira sambil trompet dibunyikan. Dengan cemas Atalya merobek pakaiannya, dan berteriak, "Khianat! Khianat!"”2 Raja-raja 11:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dilihatnya Raja Yoas sedang berdiri di sebelah tiang, sebagaimana adatnya ketika seorang raja dinobatkan. Imam-imam meniup terompet di dekatnya, didampingi oleh para komandan. Seluruh rakyat juga bergembira dan di sana sini terdengar bunyi terompet. Melihat semuanya itu, Atalya merobek pakaiannya tanda kegusaran sambil berteriak, “Ini pengkhianatan! Pengkhianatan!””2 Raja-raja 11:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when she looked, behold, the king stood by a pillar, as the manner was, and the princes and the trumpeters by the king, and all the people of the land rejoiced, and blew with trumpets: and Athaliah rent her clothes, and cried, Treason, Treason.”2 Raja-raja 11:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 11:14?
Atalya melihat Yoas berdiri di dekat tiang sesuai kebiasaan raja, dikelilingi para pemimpin dan rakyat yang bersorak. Ia menyadari bahwa telah terjadi pengkhianatan, bahwa seorang anak telah dinobatkan sebagai raja, dan pemerintahannya berakhir.
Latar belakang
Pemandangan yang mengejutkan
Atalya melihat raja muda berdiri di dekat tiang, para pemimpin dan pemegang nafiri di sisinya, serta seluruh rakyat bersukaria. Ia menyadari bahwa penobatan telah terjadi tanpa sepengetahuannya, lalu merobek pakaiannya sambil berteriak 'Pengkhianatan!'
Di mana
Yerusalem
Bait TUHAN, dekat tiang
Kapan
~835 SM
Kerajaan Terbelah
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Narator alkitabiah yang mencatat sejarah kerajaan Yehuda
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָאָה
ra'ah · melihat
melihat, memandang, mengamati
עָמַד
amad · berdiri
berdiri, tegak, tetap
תָּקַע
taqa · meniup
meniup (sangkakala), menancapkan
Kata 'melihat' menunjukkan bahwa Atalya menyaksikan realitas yang tak terbantahkan. 'Berdiri' menegaskan posisi Yoas yang sah, dan 'meniup' menggambarkan suasana sukacita yang menjadi kontras dengan kemarahan Atalya.
Tahukah kamu
Tiang di Bait TUHAN
Para raja biasanya berdiri di dekat tiang pada upacara penobatan, seperti yang dilakukan Yoas. Ini menunjukkan posisi resmi seorang raja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 11:14
2 Raja-raja 11:12
konteks yang menjelaskan peristiwa di ayat 14
“Mereka menobatkan dia sebagai raja serta mengurapinya...”
Mazmur 132:17
penobatan dari Tuhan untuk keturunan Daud
“Di sana Aku menumbuhkan tanduk bagi Daud...”
2 Tawarikh 23:13
paralel langsung dari peristiwa ini
“Lalu ia melihat, dan tampaklah raja berdiri di dekat tiangnya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 11:14
✕ Sering dikira
Atalya merobek pakaiannya sebagai tanda dukacita karena melihat raja yang salah.
✓ Yang sebenarnya
Ia merobek pakaiannya sebagai ekspresi kemarahan dan keputusasaan karena rencananya gagal.
✕ Sering dikira
Atalya mengenali Yoas sebagai anaknya yang hilang.
✓ Yang sebenarnya
Ia mungkin mengenalinya sebagai cucunya, tetapi yang lebih penting adalah ia melihat seorang raja yang dinobatkan, bukan anak yang diselamatkan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 11:14
Terkadang kita merasa mengendalikan segalanya, tetapi Tuhan dapat mengubah keadaan dalam sekejap. Jangan terlalu sombong dengan posisi atau kekuasaan kita; sadari bahwa semua itu bisa hilang. Miliki kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Ya Tuhan, ajar kami untuk tidak melekat pada kekuasaan atau status, tetapi selalu rendah hati dan bergantung pada-Mu. Amin.