2 Tawarikh 23:13
“Dia melihat raja berdiri di dekat pilar di pintu masuk, sementara para pemimpin dan peniup trompet ada di samping raja. Seluruh rakyat negeri itu bersukaria sambil meniup trompet, sedangkan para penyanyi dengan alat-alat musiknya memimpin nyanyian pujian. Atalya merobek pakaiannya dan berkata, “Pengkhianatan, pengkhianatan!””2 Tawarikh 23:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiangnya pada jalan masuk, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri, sedang para penyanyi dengan alat-alat musik mereka, memimpin nyanyian puji-pujian. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berkata: "Khianat, khianat!"”2 Tawarikh 23:13 · TB
Terjemahan Baru
“Ia melihat raja yang baru itu berdiri di pintu masuk Rumah TUHAN, di mana ia dinobatkan, dikelilingi oleh perwira-perwira dan peniup trompet. Seluruh rakyat bersorak gembira sambil trompet dibunyikan, dan para pemain musik di Rumah TUHAN memeriahkan perayaan itu dengan alat-alat musik mereka. Dengan cemas Atalya merobek pakaiannya dan berteriak, "Khianat! Khianat!"”2 Tawarikh 23:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And she looked, and, behold, the king stood at his pillar at the entering in, and the princes and the trumpets by the king: and all the people of the land rejoiced, and sounded with trumpets, also the singers with instruments of musick, and such as taught to sing praise. Then Athaliah rent her clothes, and said, Treason, Treason.”2 Tawarikh 23:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 23:13?
Atalya melihat raja muda Yoas berdiri di tempat raja, dikelilingi pemimpin dan trompet, sementara rakyat bersukaria. Ia menyadari kudeta telah terjadi dan berteriak 'Pengkhianatan!' karena rencananya gagal.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 23:13
Saat menghadapi kebenaran yang tidak menyenangkan, kita bisa seperti Atalya yang marah dan menuduh. Belajarlah untuk merendahkan hati dan menerima koreksi, karena Tuhan sering memakai cara tak terduga untuk menegakkan keadilan.
Tuhan, berikan saya hati yang rendah hati untuk menerima kebenaran-Mu, bahkan saat hal itu mengganggu rencana saya. Amin.